Mengenal Lebih Dekat Kapten Futsal Papua yang Siap Meraih Medali Emas di PON XX

Bagikan Bagikan
Kapten Futsal Papua, Fransiskus Xaverius  Yosep Mikus Tanu (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Sebagai tuan rumah pada pekan olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021, tim futsal Papua targetkan akan membawa pulang medali emas.

Selain karena persiapan yang begitu matang, tim futsal Papua juga diperkuat oleh seorang pemain dari Tim Nasional yaitu Ardiasyah Runtu Boy dan tiga orang pemain dari liga, salah satunya adalah Fransiskus Xaverius Yosep Mikus Tanu.  Dia adalah sang kapten tim futsal Papua.

Pria yang akrab disapa Mikus itu lahir dari pasangan Gregorius Tanu dan Marthina Yempormase. Ia memulai pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertamanya di SD dan SMP Kristus Raja Jayapura, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 4 Jayapura dan kini sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Cendrawasih jurusan Management.

Salam Papua, pada Selasa (13/9/2021), berkesempatan mewawancarai Pria kelahiran Jayapura, 23 Agustus 1998 itu.

Percakapan dimulai dengan awal mulanya Mikus memulai kiprahnya di cabang olahraga futsal. Pemain yang berposisi sebagai Flank itu mengungkapkan bahwa kariernya sebagai pemain futsal dimulai sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.

Mikus yang sejak kecil bercita-cita ingin menjadi Pastor ini tidak pernah menyangka akan menjadi pemain futsal. Bahkan dulu orang tuanya selalu melarangnya untuk bergabung di tim futsal. Ia kemudian menunjukkan kegigihannya kepada kedua orangtuanya dengan prestasinya tanpa meninggalkan bangku pendidikan.

Ia menambahkan, kariernya sebenarnya bukan di futsal murni, melainkan basket ball. Namun Mikus yang ketika itu diajak teman-temannya untuk ikut kejuaraan futsal antar sekolah dan akhirnya ia menaruh hati pada olahraga futsal.

"Sejak saya mulai menyukai olahraga indoor itu, saya sering mengikuti turnamen-turnamen dan kami selalu juara, dari situ saya mulai dipanggil untuk ikut pra-PON pada waktu itu," ujarnya.

Mikus pada awalnya bergabung dengan Libido Bandung pada tahun 2016 sebelum pada akhirnya bergabung dengan tim black still Manokwari. Ia bergabung dengan black still sejak tahun 2017-2018, pada tahun 2019 ia beralih memperkuat tim Before Papua, namun pada akhirnya ia kembali memperkuat tim Black Still pada akhir tahun 2019 hingga sekarang.

Ketika ditanya lawan terberat tim futsal Papua pada PON XX Papua tahun 2021, Ia menuturkan  semua lawan berat.

"Semua Provinsi pemainnya bagus, tapi mungkin yang berat adalah Jawa barat karena yang mendominasi adalah pemain nasional, tapi kita tetap optimis menang. Tim kita semua berpengalaman dan pernah bermain di luar, ditambah faktor tuan rumah jadi saya optimis kita keluar sebagai juara," kata Mikus. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar: