pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Olahan Lele Laut, Masakan Mama-Mama Papua Jadi Primadona Saat PON XX Papua di Mimika

Bagikan Bagikan

Mama Maria Waokateyau bersama dua pegawai Dinas Perikanan Kabupaten Mimika menunjukkan abon lele laut di Stand Jualan Mama-mama Papua di samping Venue Futsal dan Handball Timika (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Olahan ikan lele laut atau lebih dikenal masyarakat di Mimika dengan nama ikan duri atau ikan sembillang masakan mama-mama Papua jadi primadona PON XX Papua.

Melalui Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Mama-mama Papua diajarkan cara mengelola hasil laut menjadi makanan yang lezat dan memiliki nilai ekonomis tinggi, salah satunya ikan lele laut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Leentje Siwabessy mengatakan, ikan lele laut jika dijual mentah harganya murah namun setelah diolah mama-mama Papua jadi panganan yang lesat harganya menjadi lebih mahal bahkan sangat diminati saat pagelaran PON XX Papua di Timika.

“Ikan duri ini kalau dijual harganya tidak mahal karena jarang ada yang mau beli, makanya kami dari dinas mengajarkan mama-mama untuk bisa mengolah daging ikan duri menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” ujar Leentje Siwabessy saat ditemui di stand jualan mama-mama Papua di samping venue Futsal dan Handball, Rabu (29/9/2021).

Setelah diolah, kata Leentje, ternyata peminatnya cukup banyak sehingga memberikan semangat kepada mama-mama Papua dalam mengelola ikan tersebut.

“Kita harus memanfaatkan momen ini, dengan mengerahkan semua UMKM, karena sukses PON, Sukses ekonomi,” ujarnya.

Ia menyebutkan ikan duri digunakan sebagai bahan pembuat abon, karena selain testur dagingnya yang lembut, harganya cukup murah hanya Rp 10.000 saja perkilo sehingga jika diolah, akan mendapatkan untung yang lumayan besar.

“Memang di Mimika banyak sekali jenis-jenis ikan, salah satunya ikan duri ini, kita ingin memperkenalkan kepada masyarakat, terutama kontingen dari luar Papua, ini loh ikan duri, enak juga kalau diolah, sehingga akan sangat bagus untuk dijadikan oleh-oleh,” ucapnya.

Agar semakin banyak dilirik, Dinas Perikanan sudah menyiapkan mulai dari ijin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga packingnya, sehingga menarik dan layak dijadikan oleh-oleh.

Sementara itu pelaku UMKM, Maria Waokateyau menjelaskan, satu bungkus abon ikan duri dengan berat 200 gram dijual dengan harga Rp 50 ribu. Tidak hanya ikan duri, ada beberapa jenis ikan yang diolah menjadi abon seperti ikan cakalang.

“Semua kami beri harga Rp 50 ribu, kalau ikan asin saya jual Rp 25 ribu perbungkus,” terangnya.

Di samping itu, ada juga cemilan ringan yang terbuat dari ikan duri, seperti stik, selain rasanya yang agak asin, stik inipun semakin gurih karena olahannya diberi campuran daging ikan duri.

“Saya berterima kasih, atas bantuan Dinas Perikanan, akhirnya saya bisa tahu mengolah ikan duri, dan hari ini saya bisa pajang jualan saya di stand yang dibuat oleh pemerintah, dan hasilnya pun sangat memuaskan, banyak masyarakat yang suka,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar