Pesawat Garuda Mendarat Perdana di Terminal Baru Bandara Mozes Kilangin Timika

Bagikan Bagikan
Wakil Bupati Mimika, John Rettob bersalaman dengan salah satu penumpang pesawat Garuda Indonesia kelas bisnis, Anggota Komisi I DPR RI Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, S.Sos.,M.Si setelah mengalungkan  noken di terminal baru Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM menjemput penumpang dan kru pesawat Garuda Indonesia Boeing 737, GA 654 dari Jakarta dan Ujung Pandang yang mendarat perdana di terminal sisi selatan, atau yang lebih dikenal dengan terminal baru Bandara Internasional Sisi Selatan, pada Selasa (14/11/2021) sekitar Pukul 10.38 WIT.

Acara penjemputan itu dihadiri juga oleh Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika, Asep Soekarjo, General Manager Garuda Indonesia Cabang Timika, I Nyoman Teguh dan sejumlah petugas UPBU Mozes Kilangin Timika.

Penjemputan itu ditandai dengan pengalungan noken kepada tiga penumpang kelas bisnis, pilot dan co pilot setelah itu dilakukan foto bersama.

Salah satu penumpang kelas bisnis tersebut merupakan Anggota Komisi I DPR RI Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, S.Sos.,M.Si.

Ditemui wartawan setelah penjemputan, Yan mengatakan, bangunan Bandara Internasional Mozes Kilangin milik Pemkab Mimika ini merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa bagi Papua.

Ia berharap dengan adanya bandara yang megah ini dapat meningkatkan destinasi wisata di Mimika dan juga untuk kemajuan pembangunan di Mimika.

Ia pun berterimakasih kepada Pemkab Mimika, Kementerian Perhubungan dan semua stakeholder terkait yang ikut serta dalam pembangunan Bandara tersebut.

 “Terimakasih untuk Pemkab Mimika, Kementerian Perhubungan dan semua stakeholder terkait yang telah berperanserta dalam membangun Bandara ini,” kata Politisi Partai Gerindra ini.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM pada kesempatan itu mengenang kembali perjuangan yang luar biasa dalam membangun terminal Bandara tersebut.

Ia mengatakan, Bandara yang dikerjakan sejak tahun 2006 ini diawali dengan pembuatan master plan, pelepasan tanah kemudian pembuatan MoU dengan PT. Freeport Indonesia setelah itu masuk dalam perencanaan awal yang mulanya ditentang luar biasa oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Tapi dengan luar biasa juga saya paksakan akhirnya terminal ini jadi. Kita harap semua operator masuk di sini, tambah ramai dan kita berikan pelayanan yang standar sesuai spesifikasi masing-masing operator,” ungkap John.

Ia pun berharap dengan adanya terminal baru ini operator bisa menambah rute. 

“Kita gunakan terminal ini sebagai base dan hak untuk Papua,” ujarnya.

Kemudian General Manager Garuda Indonesia Cabang Timika, I Nyoman Teguh mengucapkan terima kasih kepada Pemkab dan masyarakat Mimika yang selama ini telah mendukung Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia.

“Tanpa customer kita yang ada di Papua kita tidak jadi apa-apa. Semoga dengan pindahan ke terminal baru ini seperti tujuan Bupati ini menjadi hak Papua,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, dengan event PON berskala nasional menjadi kesempatan yang  bagus mempromosikan Mimika memiliki terminal baru.

Namun sesuai dengan standar Garuda Indonesia fasilitas di terminal baru tersebut belum memadai atau masih 75 persen.

“Harusnya ada lantai dua untuk boarding gate tapi saat ini kita hanya gunakan satu boarding gate di area gabung dan perintis. Mungkin akhir tahun ini November kita sudah gunakan full fasilitas,” ujarnya.

Sementara dalam rangka PON XX mulai hari ini, setiap hari ada penerbangan Garuda Indonesia, kecuali hari Minggu.

Selama periode PON XX ini juga ada 10 ekstra flights yang sudah terjadwal.

“Sudah terjadwal tapi tanggalnya tidak berurut, jadi selain ada penerbangan setiap hari kita juga ada 10 ekstra flights untuk rute Jakarta langsung Timika, ada yang lewat Makassar ada juga yang dari Denpasar,” terangnya.

Nyoman menyebutkan 10 ekstra flights ini merupakan permintaan dari kontingen PON XX meskipun demikian tidak ada kenaikan harga tiket, karena Garuda Indonesia menerapkan sistem batas atas.

“Maksimum harga yang selama ini beredar,” kata dia.

Ia menambahkan, Maskapai Garuda Indonesia telah menggunakan terminal Bandara Internasional Mozes Kilangin sisi utara atau yang lebih dikenal dengan terminal lama selama 19 tahun.  

Pindahnya Maskapai Garuda ke terminal sisi selatan ini merupakan permintaan dari Pemkab Mimika karena momen PON XX.

“Jadi Pemkab meminta agar handle PON XX semua ada di terminal baru sehingga kesempatan promo di sini. Setelah PON XX juga Garuda tetap di terminal baru,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar