Polsek Kuala Kencana Lakukan Deteksi Dini Potensi Gangguan Kamtibmas Jelang PON XX

Bagikan Bagikan
Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Y. Sera Ayatanoi (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Y. Sera Ayatanoi mengatakan, jelang pelaksanaan PON XX pihaknya perkuat jaringan informasi   dari masing-masing fungsi khususnya fungsi intelijen agar mendeteksi titik-titik kerawanan dan isu yang berkembang sehingga tidak menjadi dampak yang berkepanjangan.

Menurut dia, hal ini sebagai upaya deteksi dini guna menggagalkan rencana tertentu seperti terkait isu akan adanya demo atau aksi pemalangan jalan. Sebelum adanya aksi, pihaknya harus melakukan pendekatan kepada kelompok terkait ataupun mencari oknum-oknum yang merupakan penggerak.

“Intinya sebelum semua itu terjadi, kami harus sudah mengambil langkah-langkah, koordinasi dan yang lainnya. Apalagi ini berkaitan dengan menjelang PON supaya tidak harus terjadi. Untuk demo itu sama sekali tidak diberikan izin tetapi hanya diberikan pemahaman kepada mereka bahwa harus menjaga situasi selama pandemi ini,” katanya, Rabu (8/9/2021).

Untuk saat ini khususnya selama dua minggu terakhir di wilayah pelayanan Polsek Kuala Kencana didominasi kasus kecelakaan lalulintas. Lakalantas terjadi beruntun, baik siang hari maupun malam hari.

Hal ini memiliki keterkaitan antara korban yang tidak memahami aturan lalulintas serta akibat tidak ada kehati-hatian warga atas kondisi di jalur yang sementara dalam proses pengerjaan peningkatan jalan.

“Lakalantas di wilayah Kuala Kencana cukup riskan dan ada satu yang meninggal dunia. Masyarakat harus tahu kalau sementara proses peningkatan jalan yang sewaktu-waktu terjadi perubahan arah. Makanya masyarakat harus tahu dan berhati-hati supaya tidak terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Untuk di wilayah jalan trans Nabire, juga selalu ada keluhan dari sopir truk lantaran selalu dipalak warga. Namun, mengingat jalur tersebut merupakan jalanan di tengah hutan, menjadi sulit dalam mengamankan para pelaku.

Hal itu tentunya merupakan salah satu penyakit masyarakat, akan tetapi tidak terjadi secara terus menerus dan hanya terjadi ketika membutuhkan rokok atau tambahan untuk membeli minuman.

“Di wilayah itu jalannya di tengah hutan jadi begitu polisi datang para pelaku pemalakan itu sudah kabur dan hilang ke hutan-hutan. Laporan selalu ada via Call center 110, tapi saat kita sampai di sana, mereka sudah tidak ada di TKP. Itu tidak terjadi terus menerus. Yang mereka palak juga hanya uang rokok dan tambahan beli minuman,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar