Saat Lomba ‘Aero Sport’ PON XX di Timika, Jadwal Penerbangan Pesawat Perintis Dikurangi 70 Persen

Bagikan Bagikan
(Foto:Ilustrasi)

SAPA (TIMIKA) - Perlombaan 3 cabang olah raga (Cabor) kedirgantaraan ‘aero sport’ seperti aeromodelling, terjun payung dan terbang layang akan dilakukan di Timika pada PON XX Papua Bulan Oktober mendatang.

Mengingat 3 Cabor aero sport ini pada Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) sehingga jadwal penerbangan pesawat perintis saat pertandingan dikurangi 70 persen.

“Yang akan terganggu nanti dalam penerbangan adalah pesawat-pesawat kecil, pesawat-pesawat perintis akan dikurangi 70 persen pada saat jadwal pertandingan saja. Tapi nanti kita lihat, kalau penumpang kita prioritaskan kalau cargo kita stopkan,” ungkap Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat ditemui awak media di terminal Sisi Selatan Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika, Selasa (14/9/2021).

Ia berharap saat pelaksanaan Cabor ‘aero sport’ nanti tidak mengganggu jadwal penerbangan komersil untuk pesawat besar.

“Tapi kita kan masih belum tahu karena ini nanti faktor cuaca dan lain-lain sehingga kalau ditanya apakah ada kemungkinan delay pasti ada. Bisa saja delay di perlombaan bisa juga delay di penerbangan komersil,” ujarnya.

John mengatakan, untuk Cabor ‘aero sport’ terbang layang, panjang lapangan terbang lebih dari 800 meter dengan lebar 50 meter yang akan digunakan untuk menarik pesawat dan akan mendarat di tempat itu juga, akan tetapi jika lahan itu belum siap maka akan digunakan runway.

Kemudian untuk terjun payung menggunakan runway untuk mengangkut atlet dan pendaratannya di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP3.

Kemudian untuk zona aman dan nyaman antara Bandara dan venue berada di atas 10 kilometer, dan kondisi yang ada jarak antara runway dan Kantor Pusat Pemerintahan hanya 5 kilometer. Kemudian jarak venue aeromodeling di Jalan Poros SP 5 masih di bawah 10 kilometer.

Apabila dilihat dari ketinggian terjun payung akan terbang di ketinggian 9000 kaki, pada jarak tertentu pesawat holding dan akan turun dengan ketinggian kurang lebih 2000 kaki.

Kalau dilepas penerjun bersamaan dengan pesawat masuk dikhawatirkan ada persoalan angin dan lain-lain, sehingga kontrolnya semua dari tower.

“Hal-hal ini sudah diatur dalam MoU antara pihak Bandara,  AirNav dan Avco, jadi persoalan ini kita clear,” kata Wabup John. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar