Translate

SAR Timika Serahkan Kotak Hitam dan ELT Pesawat Rimbun Air ke KNKT

Bagikan Bagikan

Penyerahan kotak hitam dari Kepala Kantor SAR Timika George Mercy L Rapang kepada Investigator KNKT, Henry Poerborianto di Kantor UPBU Bandara Mozes Kilangin di jalan C. Heatubun, Timika, Papua. (Foto-SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA)
- Kepala Kantor SAR Timika George Mercy L Rapang menyerahkan kotak hitam dan Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat Rimbun Air yang jatuh di Sugapa pada 15 September 2021, kepada Investigator  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Henry Poerborianto. 

Penyerahan yang dilakukan di kantor UPBU Bandara Mozes Kilangin di jalan C. Heatubun, Jumat (17/9/2021) dihadiri oleh  Kepala UPBU Mozes Kilangin Timika, Asep Soekarjo, Kepala Satuan Pengamanan Objek Vital Nasional (Kasat Pam Obvit) Polres Mimika,  AKP Ketut Agus Sutama, Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Yohanis Kapiyau, Kapten Pom Galih Candra Artileri dan Perwakilan Maskapai Rimbun Air, Capt. Novandi Marshall. 

Kepala Kantor SAR Timika, George Mercy L Rapang pada kesempatan itu mengatakan kotak hitam dan ELT merupakan  komponan penting sebagai dokumen Negara untuk didalami selain penemuan tiga korban. 

Tim SAR terpadu yaitu Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, kantor SAR Biak, kantor SAR  Jayapura bekerjasama seluruh satuan tugas TNI-Polri dan  komponen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat telah berupaya secara maksimal dan akhirnya bisa menemukan tiga korban, kotak hitam dan ELT. 

Pukul 04.90 kotak hitam dan ELT berhasil dikeluarkan dari badan pesawat . 

“Puji dan syukur semuanya bisa terevakuasi khususnya tiga korban yang telah dievakuasi ke Timika dan sudah diserahkan ke keluarga masing-masing. Mudah-mudahan kotak hitam dan ELT ini  bisa menjawab SOP operasional SAR terpadu yang telah dilakukan dari tanggal 15 hingga 16 September 2021,” kata George. 

Ia menyebutkan lokasi jatuhnya Pesawat Rimbun Air sangat curam dan penuh resiko. 

Medan dan cuaca yang sangat sulit tentunya sangat tidak mungkin bagi masyarakat sipil bisa melakukan tugas sendiri, sehingga evakuasi pun tidak terlepas dari pengawalan ketat satuan tugas TNI-Polri yang ada di Sugapa. 

“Kita sangat berterimakasih kepada seluruh satuan tugas TNI-Polri di sana yang sudah berperan aktif mendampingi anggota SAR dan masyarakat yang terlibat dalam proses evakuasi,” kata George. 

Menurutnya meski telah berhasil dievakuasi, tetapi rasa belasungkawa yang dalam masih dirasakan atas gugurnya tiga kru pesawat itu. 

“Ketiga kru ini memiliki kepribadian yang baik dan mempunyai keluarga yang tentunya sangat merindukan mereka,” ujar George. 

Sementara itu Investigator KNKT, Henry Poerborianto mengucapkan terimakasih  kepada tim SAR gabungan dan TNI-Polri yang telah susah payah melakukan evakuasi tiga korban termasuk proses recovery kotak hitam dan ELT Rimbun Air. 

Ditemukan  kotak hitam dan ELT ini nantinya mempermudah KNKT melakukan investigasi. Sebab, melalui dua komponen itu KNKT bisa melakukan proses investigasi dengan tujuan untuk mencari penyebab terjadinya kecelakaan pesawat tersebut. 

“Tujuan akhirnya guna mengevaluasi agar kecelakaan pesawat tidak akan terulang kembali, dalam hal ini peningkatan keselamatannya,” ujarnya. 

Dikatakan data dalam kotak hitam termasuk ELT juga nantinya akan dianalisis, sehingga ke depannya bisa mencari apa yang menjadi permasalahan dan apa yang bisa dibenahi bersama supaya tujuan keselamatan penerbangan bisa tercapai. 

“Proses investigasi pengalihan data kotak hitam atau ‘black box’ butuh waktu kurang lebih tiga jam. Jika nantinya kotak hitam ini masih dalam kondisi normal, berarti proses download kurang lebih hanya butuh waktu tiga jam. Namun, untuk proses yang membutuhkan waktu lebih adalah proses analisisnya. Dimana proses analisis terkait kompleksitas data yang ada dalam kotak hitam tersebut,”tuturnya. 

Sementara itu perwakilan Maskapai Rimbun Air, Capt. Novandi Marshall mengaku  Pesawat Rimbun Air PK-OTW telah melalui sertifikasi dan dinyatakan layak terbang, sebelum akhirnya  jatuh di Sugapa tanggal 15 September 2021. 

Rimbun air punyai kapasitas angkut 1,5 ton 

“Pada saat itu pesawat mengangkut beban 1,5 ton. Itu include dengan krunya,” kata Novandi. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar