Selama Dua Tahun Bertanding di Pulau Jawa Tim Bola Tangan Papua Tidak Pernah Terkalahkan

Bagikan Bagikan

Atlet sedang berlatih di Lapangan Bola Tangan, SP2, Timika, Papua (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA ( TIMIKA) – Selama dua tahun mengkuti pertandingan persahabatan di Pulau Jawa dalam rangka persiapan PON XX Papua, tim cabang olahraga (Cabor) bola tangan dari Papua tidak pernah terkalahkan.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Umum Bola Tangan Papua, Joice Singal saat ditemui Salam Papua di Lapangan Bola Tangan, SP2, Timika, Papua, Rabu (15/9/2021).

Dia mengatakan, atlet bola tangan yang akan bertanding pada PON XX ini direkrut sejak Februari 2019 lalu.

Sementara olahraga bola tangan mulai dibentuk tahun 2017 lalu dan awalnya hanya di Jayapura namun pada tahun 2018 lalu setelah bola tangan masuk dalam cabang olahraga (Cabor), olahraga tersebut mulai dikembangkan di daerah-daerah termasuk Timika.

“Jadi kita rekrut atlet bola tangan untuk PON XX ini mulai Februari 2019. Kita melakukan perekrutan di lima kabupaten termasuk Mimika. Setiap kabupaten itu ada yang kita rekrut dua atlet, ada yang tiga, ada yang lima,” kata Joice.

Dijelaskan, setelah perekrutan, atlet melakukan latihan di Jayapura selama dua tahun dan mengikuti sejumlah pertandingan persahabatan di Pulau Jawa seperti di Purwekerto, Jawa Tengah, dan Bogor.

Selama mengikuti sejumlah pertandingan itu tim dari Papua tidak pernah dikalahkan.

“Kita juara satu terus tidak pernah kalah main di mana saja. Kita juga tidak ada lawan berat tapi kita tetap perlu atur strategi. Ada tim kuat dari Kalimantan Timur dan Jawa Barat mereka pernah lawan tim lain dan tim lain itu menang tapi begitu tim yang menang itu lawan tim dari Papua tetap tim Papua yang menang,” ujarnya. 

Dikatakan, meskipun bola tangan ini merupakan olahraga baru di Papua tapi pihaknya tetap yakin bahwa medali emas tidak akan keluar dari Papua.

“Pasti medali emas untuk Cabor bola tangan ini milik tim Papua,” ujarnya.

Atlet bola tangan yang akan bertanding pada PON XX ini sebanyak 14 orang untuk tim putra dan 14 orang untuk tim putri, walaupun yang bertanding nanti masing-masing tim hanya tujuh orang.

“Tapi masing-masing tim kita siapkan tujuh orang karena nanti mereka main ganti-gantian,” ujarnya.

Dikatakan, atlet-atlet bola tangan yang berusia 16 sampai 35 tahun ini selama di Timika melakukan latihan tiap hari, pagi dan sore.

“Jadi mereka berlatih pagi itu sekitar tiga sampai empat jam, sore juga tiga sampai empat jam. Setiap hari begitu kecuali hari Minggu mereka istirahat,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menjaga kebugaran atlet bola tangan kontingen Papua yang tiba di Timika pada 3 Agustus lalu dan saat ini berdomisili di Hotel Kanguru, pihaknya memperhatikn asupan gizi yang dikonsumsi atlet setiap hari sesuai dengan petunjuk KONI Papua dan Bidang Pusat Pelatihan Olahraga Papua.

“Selain menjaga asupan gizi yang dikonsumsi atlet, kami juga menjaga stamina tubuh mereka,” ujarnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar