pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Tiba di Timika Hingga Pulang Kontingen PON XX Tetap Diawasi Malaria Center

Bagikan Bagikan
Malaria Center gelar rapat Koordinasi pengendalian sektor Malaria pada area PON XX Papua tahun 2021 (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Semua kontingen dari luar Papua yang akan ikut kejuaraan PON XX Papua di Kabupaten Mimika diawasi secara terpadu oleh Tim Malaria Center Mimika.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM yang juga selaku Ketua Malaria Center seusai rapat Koordinasi pengendalian sektor Malaria pada area PON XX Papua tahun 2021, Kamis (23/9/2021), menjelaskan bahwa semua kontingen dalam hal ini atlet serta official yang datang dari luar Papua akan diperiksa serta diberikan informasi terkait Malaria.

Wabup John sebut Kabupaten Mimika merupakan penyumbang kasus tertinggi di Indonesia, untuk itu perlu diberikan informasi serta pengawasan terkait Malaria agar kontingen yang datang tidak terpapar Malaria.

"Langkah-langkah teknis telah dipersiapkan mulai dari kontingen tiba di Timika, selama mengikuti kejuaraan sampai kontingen pulang kita akan terus pantau dan itu sudah disiapkan dengan baik. Kepada para atlet dan official kita berharap dapat mengikuti informasi dan saran dari petugas kesehatan untuk menghindari Malaria," katanya.

Ia memastikan setiap penginapan para kontingen akan disemprot obat Malaria juga dilakukan penyemprotan fogging. Setiap penginapan juga akan ditempatkan petugas kesehatan untuk dapat merespon secara cepat apa yang diperlukan kontingen yang berkaitan dengan kesehatan termasuk Malaria.

Malaria Center juga akan berkoordinasi dengan pihak hotel dan pihak kelurahan setempat mengantisipasi penyakit Malaria dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Kita berharap Kelurahan serta pihak lainnya berperan aktif dalam kebersihan lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Pengelola Program Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Imelda K. R. Ohoiledjaan mengungkapkan, untuk mengantisipasi penyebaran Malaria, Kementerian Kesehatan bantu sumbangkan 1.500 kelambu untuk atlet.

Selain itu, sambung Imelda, juga ada bantuan 10.000 botol autan untuk melindungi semua atlet dan official.

"Kami akan bagikan kepada para Atlet. Kalau untuk kelambu kita tidak bisa paksakan atau tidak diwajibkan bagi atlet yang tidak ingin menggunakan kelambu. Atlet yang tinggal di hotel tergantung dari kemauan atlet tapi kalau atlet yang tinggal di tempat yang berpola asrama itu wajib, kita menjaga jangan sampai ada yang terpapar malaria," ungkap Imelda. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar