pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Tiga Tersangka Telah Ditetapkan KPK, Pemkab Mimika Masih Anggarkan Dana Rp 40 Miliar Bangun Gereja di Mile 32

Bagikan Bagikan
Gereja di Mile 32 yang bermasalah (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Anggota DPRD Mimika, M Nurman S. Karupukaro membenarkan adanya informasi bahwa Pemkab Mimika masih menganggarkan Dana kelanjutan pembangunan  gereja Kingmi di mile 32 dalam APBD-P tahun 2021 sebesar Rp 40 Miliar.

Padahal, pembangunan gereja ini sedang dalam proses penyidikan oleh KPK atas dugaan penyalahgunaan anggaran telah ditetapkan tiga pejabat sebagai tersangka yakni EO, MS dan TA.

“Sangat betul sekali. Terakhir sebelum kami dinonaktifkan, kebetulan saya juga ikut dalam pembahasannya. Kami disodorkan KUA-PPAS Perubahan yang dimasukkan lagi anggaran yang disebutkan multiyear sebesar Rp 40 miliar,” ungkap Nurman, Kamis (16/2021).

Dengan adanya usulan itu, terjadi pergulatan penolakan di DPRD Mimika, namun lantaran batas waktunya tidak memungkinkan untuk ikut dalam pembahasannya, maka usulan tersebut pun saat ini masih menggantung.

“Karena saat ini DPR dinonaktifkan, maka pembahasan terkait anggaran itu tidak ada kelanjutannya,” ujarnya.

Pihaknya pun telah meminta KPK terus mendampingi kasus dugaan korupsi sebelumnya dalam pembangunan gereja itu. Sebab, jika KPK tidak mendampingi dan menyelesaikan kasus ini, maka DPRD tidak akan melanjutkannya dalam pembahasan.

Ia berharap dengan telah adanya penetapan tiga tersangka dan pemanggilan empat anggota Banggar DPRD Mimika terkait kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan sebelumnya, maka Pemkab harus lebih berhati-hati.

“Idealnya kalau sedang dalam permasalahan seperti ini harusnya tidak usah lagi usulkan anggaran untuk objek yang sama. Namun, kalau masih berani maka silahkan ditetapkan sendiri,” ujarnya.

Sedangkan Saleh Alhamid mengaku bahwa jika dihitung berdasarkan catatannya sejak tahun 2015, total anggaran untuk pembangunan gereja tersebut adalah sebesar Rp 216 Miliar lebih.

“Itu sesuai dengan catatan saya ya dan bisa saja itu salah,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar