Translate

Warga Pendatang di Miktim yang Produksi Miras Diminta Angkat Kaki

Bagikan Bagikan
Kadistrik Mimika Timur, Yulianus Pinimet (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Distrik Mimika Timur (Miktim) bersama unsur kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta para kepala kampung sepakat dan berkomitmen untuk menolak peredaran minuman keras (Miras), produksi Miras maupun konsumsi Miras di wilayah tersebut.

Komitmen  tersebut dibuktikan dengan tandatangan kesepatakan bersama yang digelar pada tanggal 30 Agustus 2021 lalu bertempat di Aula Kantor Distrik Mimika Timur.

Kepala Distrik Mimika Timur, Yulianus Pinimet kepada salam Papua, Selasa (7/9/2021) mengatakan, penolakan peredaran Miras serta mengonsumsi Miras tersebut akan diterapkan sebagai aturan sehingga kesepakatan tersebut  memiliki payung hukum.

"Aturannya sementara kita masih review redaksinya untuk ditetapkan sebagai peraturan. Peraturan ini akan dorong ke pemerintah Kabupaten dan DPRD untuk ditetapkan," terangnya.

Bagi yang melanggar, konsekuensinya akan diberikan sanksi berupa denda dan proses hukum.

"Kita mau warga pendatang yang memproduksi Miras harus angkat kaki dari Miktim, tapi ini masih akan menjadi pertimbangan, karena sekarang banyak masyarakat lokal yang sudah bisa memproduksi Miras. Jadi kalau kita terapkan, itu tentunya masyarakat lokal juga akan kena, tapi ini masih kita pertimbangkan," ujarnya.

Yulianus mengaku hal tersebut dilakukan agar masyarakat tidak salah gunakan hasil keringatnya untuk mengonsumsi minuman keras.

"Jangan ada uang sedikit digunakan untuk senang-senang saja, padahal istri dan anak ada setengah mati di rumah," tuturnya.

Dia pun berharap hal ini didukung penuh oleh kedua lembaga adat di Mimika yakni Lemasko dan Lemasa sebagai representasi dari masyarakat, karena dua lembaga adat ini hadir untuk melindungi masyarakat dari segala macam kepentingan. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar