pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Atlet Terjun Payung Terkesan Selama di Timika, Jauh Berbeda Dengan yang Diketahui Dari Media

Bagikan Bagikan
Atlet terjun payung beregu putra kerjasama di udara DI Yogyakarta, Taufik Mandar (kiri) dan atlet beregu putri ketepatan mendarat Jawa Barat, Sintia Kritiani (kanan) (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Banyak kesan yang dialami oleh para atlet selama berada di Kabupaten Mimika, salah satunya atlet dari Cabor Terjun Payung PON XX.

Atlet terjun payung nomor kerjasama di udara perwakilan DI Yogyakarta, Taufik Nandar mengaku sangat terkesan selama berada di Timika.

Menginjakan kaki di atas tanah Papua khususnya di Timika menjadi sejarah tersendiri baginya. Ia bersama timnya tiba di Timika tanggal 29 September 2021. Sejak saat itu, ia mengaku semua pelayanan  sangat baik, mulai dari penginapan, transportasi, makanan dan keramahan masyarakatnya.

“Terimakasih atas sambutan dan pelayanannya selama kami ada di Timika, sejak tanggal 29 September 2021 dan akan pulang tanggal 16 Oktober 2021,” katanya usai melakoni laga terjun payung babak 9 di lapangan kantor Puspem Mimika, Selasa (12/10/2021).

Di tanah Papua, menurut dia, sangat berbeda dibandingkan daerah lainnya di Indonesia, khususnya dari cuacanya yang tidak menentu.

“Cuaca di sini kadang panas, kadang hujan dengan angin. Itu jadi tantangan tersendiri bagi kami khususnya yang baru datang ke Papua khususnya Timika untuk waktu yang lumayan lama. Saya pribadi benar-benar baru pertama kali injakan kaki di tanah Papua. Sangat berkesan sekali bisa menginjakan kaki di tanah Papua,” kata Taufik.

Saat pulang kembali ke Yogyakarta, ia akan membeli souvenir khas Papua sebagai oleh-oleh untuk keluarga. Ia pun berharap agar kelak ada event terjun payung yang digelar di Timika agar bisa kembali.

“Pastinya saya akan beli souvenir khas Papua untuk dibawa pulang. Kita belum sempat jalan-jalan selama ada di Timika, karena harus persiapan dan bertanding,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sintya Kristiani, atlet beregu terjun payung putri nomor ketepatan mendarat perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Wanita yang telah menggeluti terjun payung sejak SMA ini mengatakan, cuaca di Timika cukup ekstrim tanpa ada waktu khusus antara panas dan hujan. Cuaca seperti ini tidak dirasakan di daerah lain yang pernah didatanginya.

Selama ada di Timika, ia kerap menemukan orang-orang yang ramah dan sangat bersahabat. Keadaan itu jauh berbeda dengan apa yang dia ketahui di media dan informasi lainnya.

“Orang-orangnya ramah-ramah dan kami merasa nyaman ada di Timika. Memang sebelum kita datang, sedikit ada kekuatiran setelah menonton berita, tapi ternyata di sini aman-aman saja,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar