pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Cegah Meluasnya Konflik di Dekai, TNI-Polri Temui Tokoh Masyarakat

Bagikan Bagikan

Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Inf AB Situmeang didampingi Kapolres Jayawijaya AKBP Syafei bertemu masyarakat asal Kabupaten Yahukimo guna mencegah terjadinya konflik di masyarakat. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Aparat keamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat asal Kabupaten Yahukimo yang berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa, untuk mencegah meluasnya konflik di Dekai. 

"Pertemuan itu digelar guna mencegah meluasnya konflik yang terjadi di Dekai pada Minggu (3/10)," kata Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf A.B. Situmeang, di Jayapura, Selasa. 

Dia menjelaskan, pertemuan dengan tokoh masyarakat asal Kabupaten Yahukimo yang bermukim di Wamena yang berasal dari suku Kimyal, suku Mex dan suku Yali bertempat di asrama pelajar suku Yali, Kampung Karu Jaya, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya. 

Dalam pertemuan itu Dandim 1702 Jayawijaya berharap ketiga suku dapat menahan diri dan tidak terpengaruh dengan situasi yang sedang terjadi di Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo.

“Kita semua berharap agar konflik yang sedang terjadi di Kabupaten Yahukimo dapat segera terselesaikan dan tidak meluas hingga ke daerah-daerah lain terutama di Kabupaten Jayawijaya," kata Situmeang, berharap. 

Komandan Kodim 1702 yang didampingi Kapolres Jayawijaya AKBP Syafei berharap masyarakat dan mahasiswa dapat bekerja sama dengan aparat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jayawijaya. 

Salah satu masyarakat suku Yali, Asi Sobolim menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Dandim dan Kapolres Jayawijaya yang telah memberikan perhatian terkait dengan konflik di Kabupaten Yahukimo. 

“Kami masyarakat dari Kabupaten Yahukimo menginginkan kedamaian di Kabupaten Jayawijaya dan tidak mau terjadi konflik sehingga akan melaporkan kepada Dandim dan Kapolres apabila ada pihak-pihak yang sengaja memprovokasi masyarakat, membuat isu maupun informasi bohong atau hoaks untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif,” kata Sobolim. 

Pertikaian antarsuku yang terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Minggu (3/10), sekitar pukul 12.45 WIT menyebabkan enam orang meninggal dan 41 orang luka-luka. 

Penyebab insiden itu diduga akibat adanya penyerangan oleh Suku Kimyai kepada Suku Yali. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar