pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Delapan Anak Taman Baca Belajar Joronep Terima Ijazah Persamaan SD

Bagikan Bagikan
Foto bersama usai pembagian ijazah persamaan SD, Paket B dan C (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Sebanyak delapan anak Taman Baca Belajar Joronep menerima ijazah persamaan sekolah dasar (SD).

Taman Baca Belajar Joronep dibentuk tahun 2017 yang merupakan sekolah non formal di bawah naungan Yayasan Generasi Amungme Bangkit (YGAB) dan delapan anak asli suku Amungme yang sempat putus sekolah ini dibimbing selama kurang lebih dua tahun dan saat ini telah tercatat sebagai pelajar di SMP Petra.

Selain delapan anak yang menerima ijazah persamaan SD, juga ada beberapa anak asli Amungme yang mendapatkan ijazah paket B dan C yang diakomodir YGAB bekerja sama dengan Yayasan PKBM Fajar Timur dan SD YPPK Waonaripi.

“Puji Tuhan hari ini kita bisa berikan ijazah persamaan SD, paket B dan C. Anak-anak yang dapat ijazah persamaan ini mereka lanjut ke tingkat pendidikan formal. Lebih spesial untuk beberapa anak yang terima ijazah persamaan itu sebelumnya sama sekali tidak pernah sekolah, tapi akhirnya kami rangkul dan mendidik mereka di taman baca belajar Joronep selama kurang lebih dua tahun. Merekapun luar biasa memiliki kemampuan setara dengan anak-anak yang lulusan SD, karena pelajaran yang diberikan saat di Joronep itu merupakan pelajaran kelas 5 dan 6. Puji Tuhan mereka sudah sekolah di SMP Petra,” kata Ketua YGAB, Menuel Jhon Magal, usai acara penyerahan ijazah di kantor YGAB di Jalan Perjuangan Timika Indah, Kamis sore (30/9/2021).

Ke depannya diharapkan jika anak-anak ini lulus di tingkat SMP maka akan dilanjutkan ke tingkat SMA hingga ke Perguruan Tinggi.

“Intinya kami dari YGAB akan tetap mendukung anak-anak ini sampai ke perguruan tinggi. Kami pun berkomitmen untuk terus menjaring anak-anak lainnya yang putus sekolah untuk dibina di Joronep. Puji syukur dan terimakasih atas dukungan PKBM Fajar Timur dan juga YPPK Waonaripi. Ini merupakan hasil kerja sama yang baik,” tuturnya.

Sebagai Ketua YGAB, ia berkomitmen untuk terus membantu anak-anak Timika dalam bidang pendidikan. Tentunya dengan satu keyakinan bahwa jika mau berbuat baik kepada sesama, tidak harus disaat menjadi kaya dan pada posisi yang bagus. Namun, dimanapun dan dalam keadaan apapun, jika punya niat maka akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan.

Berdasarkan niatnya, Joronep punya arti yang sangat kuat dimana Joronep itu diambil dari bahasa Amungme. Jor artinya tetap ada, O artinya air, dan Nep punyai dua arti yaitu Bibit atau Akar. Dengan demikian, Joronep itu artinya adalah Sumber Air Hidup atau Kekal.

“Taman baca belajar ini kami mulai dari Kwamki Narama. Yang orang lain tahu bahwa Kwamki Narama itu merupakan zona merah. Sekarang kita mau merubahnya secara berlahan dengan memulai mendidik anak-anaknya. Selain hal seperti ini, kami juga akan terus melakukan sentuhan-sentuhan yang lain untuk merubah perilaku masyarakat. Mudah-mudahan apa yang kita tanam ini bisa berakar dan berkelanjutan pada budaya. Dalam artian bisa membangun budaya belajar,” katanya.

Kepsek SD YPPK Waonaripi, Bernolpus Welerubun menuturkan bahwa ini merupakan kesepakatan bersama antar Joronep, YPPK Waonaripi dan Yayasan PKBM Fajar Timur. Keberadaan Joronep sangat disyukuri guna mengakomodir anak-anak Amungme yang memang putus sekolah dengan alasan tertentu.

“Awalnya dari Joronep berkoordinasi bersama saya sebagai Kepala Sekolah di sekolah di bawah naungan YPPK, maka saya pertemukan dengan Yayasan Fajar Timur dan hari ini kita bersyukur bisa menuai hasil dari kesepakatan itu,” tutur Bernolpus.

Ia mengatakan, ke depannya perlu dorongan berkelanjutan terkait perhatian khusus tentang yayasan YPPK dan Joronep demi masa depan anak-anak Amungme. Di SD Waounaripi juga ada sejumlah anak yang didorong agar bisa sekolah secara formal, karena secara kebetulan merekapun sudah susia sekolah. Sedangkan, yang seharusnya berdasarkan umur telah berada di tingkat SMP, maka kami dorong ke PKBM agar mempercepat proses dan anak-anak terkait secepat mungkin dikirim ke SMP.

“Hari ini sudah terbukti ada delapan anak yang bisa mendapatkan ijazah persamaannya. Ini sungguh luar biasa, karena pendampingan dari taman baca Joronep juga sangat luar biasa. Selebihnya kami berharap kepada pendamping dan pengelola PKBM termasuk Dinas Pendidikan agar bisa anak-anak Amungme yang putus sekolah bisa dititipkan ke semua sekolah-sekolah supaya mendapatkan pendidikan secara formal. Memang itu semua butuh proses, karena meluluskan atau naikkan anak ke kelas berikutnya tidak boleh kosong, tapi semuanya harus diisi sebagai bekal mereka di jenjang berikutnya,” katanya.

Perwakilan orang tua siswa, Alfons Pogolamum menyampaikan ucapan terimakasih atas upaya YGAB yang telah merangkul masyarakat melalui anak-anak.

Alfons mengaku moto YGAB adalah "Dengan Jiwa Joronep Kita Wujudkan Pendidikan Sepanjang Hayat dan Belajar Tanpa Batas” itu merupakan sesuatu yang luar biasa dengan bukti yang nyata.

Belajar tentunya tanpa batas dan kekal. Sehingga anak-anak Amungme di Kwamki Narama harus mau belajar agar menjadi orang yang baik untuk kelak bisa membina adik-adiknya.

"Saya pikir ini ibarat rumah yang sudah kuat. Pak Jhon Magal sangat kuat dan sudah membangun rumahnya dengan baik, sehingga bisa menaungi anak-anak Amungme sebagai generasi penerus," katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar