pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Desak Made Asal Bali Raih Medali Emas Setelah Taklukkan Pemegang Rekor Speed Climbing Dunia

Bagikan Bagikan

 

Desak Made Rita Kusuma Dewi atlet asal Bali yang berhasil meraih medali Emas (Foto:SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Desak Made Rita Kusuma Dewi atlet asal Bali berhasil meraih juara pertama Cabang Olahraga Panjat Tebing Kategori Speed World Record Perorangan Putri yang dilaksanakan di Venue Panjat Tebing Mimika, Jumat (1/10/2021).

Ketua I Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang juga merupakan Dewan Hakim, Rudi Fitriano, dalam keterangan pers di venue Panjat Tebing Mimika menyebutkan Desak Made menyabet medali emas setelah mengalahkan Raji'ah Sallsabillah atlet asal Banten.

Di babak final disiplin speed World Record Perorangan Putri Desak Made mencatatkan waktu 7,001 detik, sementara Sallsabillah berhasil mencatatkan waktu 8,151 detik dan berhasil meraih medali perak.

Sementara untuk medali perunggu diperoleh Aries Susanti Rahayu atlet asal Jawa Timur dengan catatan waktu 7,251 setelah mengalahkan Amanda Narda Mutia utusan dari Jawa Timur. Aries Susanti Rahayu merupakan Pemegang rekor speed climbing dunia dengan waktu 6,955 detik.

Perempuan kelahiran 21 Maret 1995 itu berhasil ditaklukkan Desak Made pada babak perempat final kategori Speed World Record Perorangan Putri setelah memanfaatkan kesalahan dari Aries Susanti Rahayu. Pada babak ini Desak Made menjadi terbaik setelah mencatatkan waktu tercepat saat berhadapan dengan Aries Susanti Rahayu.

Desak Made dalam keterangannya mengatakan, ini merupakan kali pertama ia mengikuti PON dan berhasil menyabet medali emas pada kategori Speed World Record Perorangan Putri.

"Saya senang banget pastinya, karena ini merupakan kali pertama mengikuti kejuaraan PON dan bisa keluar sebagai juara. Sungguh ini menjadi kebanggaan bagi diri saya sendiri. Terimakasih kepada semua orang yang khususnya masyarakat Bali yang telah mendukung saya," ujar Desak Made.

Gadis Kelahiran 24 Januari 2001 ini mengapresiasi Raji'ah Sallsabillah yang merupakan lawan mainnya pada final speed World Record Perorangan Putri.

"Sallsabillah merupakan pemanjat tebing  yang luar biasa," ujar Desak Made.

Sementara itu Sallsabillah kepada Salam Papua mengatakan, apa yang terjadi hari ini akan menjadi bahan evaluasi baginya untuk tampil lebih baik ke depan.

Meskipun sedikit kecewa, atlet kelahiran Kota Tangerang 30 April 1999 itu, dan pernah meraih medali emas pada Asian Games  tahun 2018 mangaku baru pertama kali mengikuti kompetisi kejuaraan PON, dan walau hanya keluar sebagai juara dua diterimanya dengan rasa syukur.

"Hasil hari ini kecewa sudah pasti, tapi apapun hasilnya harus disyukuri walaupun tidak mencapai target, mungkin rezeki hanya segitu," ungkap atlet yang akrab disapa Bila ini. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar