pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Ibrani Gwijangge Pr, Pastor Pertama Dari Suku Nduga Rayakan Lima Tahun Tahbisan Imamat

Bagikan Bagikan
Pastor Ibrani Gwijangge, Pr, pastor pertama dari Suku Nduga didampingi keluarganya memotong kue ulang tahun tahbisan di halaman Gereja Stasi Maria Magdalena, Kilo 11, Kampung Kadun Jaya (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Pastor Ibrani Gwijangge,Pr merupakan pastor pertama dari Suku Nduga merayakan syukuran lima tahun tahbisan imamat di Gereja Stasi Santa Maria Magdalena, Kilo 11, Kampung Kadun Jaya, Paroki  Santo Stefanus Sempan, Kamis siang (7/10/2021).

Perayaan yang dihadiri ratusan umat katolik, keluarga besar pastor dan tamu undangan lainnya itu diawali dengan misa syukur yang dipimpin langsung oleh pastor yang selama lima tahun ini bertugas di Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damabagata, Dekenat Paniai, Kesukupan Timika.

Dalam khotbah yang disampaikan saat misa, putra dari Alm. Albert G dan Agustina Piligain ini berpesan kepada keluarga agar mengutamakan doa dalam kehidupan.

“Doa itu utama, doa itu nomor satu, harus didahulukan sebelum yang lain. Jangan dibalik, kita tidak bisa hidup tanpa mendahulukan doa,” pesan Ibrani.

Pastor yang lahir di Agimuga pada 12 November 1984 ini juga berpesan kepada keluarga besarnya dari Suku Nduga, Amungme dan Kamoro untuk mencintai kedamaian dan menghindari konflik peperangan, serta mendoakan orang yang jahat agar menjadi baik.

“Kalau orang jahat didoakan, jangan tanggapi kalau dia jahat dengan kita diabaikan saja nanti capek sendiri. Kalau kita tanggapi berarti iblis menang, karena tujuan iblis membuat kita emosi dan menjadi jahat juga. Kita harus tetap tenang doakan dia supaya dia menjadi baik,” pesannya.

Pastor yang ditahbiskan oleh Alm. Uskup John Philip Saklil,Pr di Gereja Katedral Tiga Raja Timika ini menjelaskan, tujuan dan maksud dirayakan ulang tahun pentahbisan ini sebagai proses peneguhan iman, kasih dan pengampunan bagi mereka yang belum siap secara matang mental atau psikologi dan iman.

Perayaan itu juga untuk proses pembaruan anugerah Tuhan, bagi mereka yang labil iman dan hidup dalam keraguan iman. Proses mengingat kembali setiap pewartaan kabar sukacita Injil dan pesan-pesan para tokoh, serta proses kebangkitan kembali harapan-harapan dan menggali Kerajaan Surga yang masih terbenam.

“Perayaan ini juga merupakan satu kesempatan bagi umat dalam memperingati Konsekrasi Katedral Tiga Raja Timika, peringatan Santa Maria Ratu Rosari dan Sabtu Iman. Hari dimana semua umat Katolik memberi perhatian khusus untuk mendoakan kehidupan panggilan dan kesucian para iman,” kata Pastor Ibrani.

Setelah misa dilakukan acara pemotongan kue ulang tahun tahbisan pastor yang pernah bersekolah di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng Manado ini.

Pada kesempatan itu Pastor juga mendapat pesan dari perwakilan umat Katolik, Mantan Ketua Dewan Stasi Maria Magdalena Kadun Jaya, Herman Resubun.

Herman berpesan agar pastor Ibrani tetap menjaga panggilan sucinya, setia pada kaul kemurnian, ketaatan dan kemiskinan.

Kepada keluarga juga ia berpesan agar menjaga sikap dan pergaulan sebagai suatu bentuk dukungan kepada Pastor Ibrani Gwijangge, Pr.

“Menjadi keluarga dari biarawan, biarawati seperti pastor, suster, bruder itu tidak gampang. Keluarga saya banyak yang biarawan dan biarawati. Saya yang dulu malas ke gereja sekarang saya rajin ke gereja. Kita juga harus menjaga sikap hidup untuk memberi dukungan dalam pelayanan saudara-saudari kita yang memilih jalan menjadi rohaniwan maupun rohaniwati,” pesan Herman.

Kepada umat Katolik ia juga berpesan untuk menjaga pastor karena menjadi pastor bukan hal yang muda. 

“Kita dukung pastor, kita jaga dia supaya tetap setia pada panggilannya,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar: