Translate

Kebijakan Keimigrasian Terbaru, Pemerintah Longgarkan Larangan WNA Masuk Indonesia

Bagikan Bagikan
Kepala Kantor Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Agus Purwanto (keenam dari kiri) foto bersama narasumber dari Kepala Seksi Izin Tinggal Negara Tertentu  Direktorar Izin Tinggal Keimigrasian, Ragil Putra Dewa (ketujuh dari kiri) dan peserta sosialisasi (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI Provinsi Papua, Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) TPI Mimika, menggelar sosialisasi kebijakan dan peraturan izin tinggal keimigrasian terbaru Tahun 2021, yang digelar di Ballroom Hotel Cenderawasih 66, Timika, Papua, Rabu (27/10/2021).

Dalam kebijakan terbaru itu Pemerintah Republik Indonesia melonggarkan larangan Warga Negara Asing (WNA) masuk Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Agus Purwanto dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan yang ditandai dengan pemukulan tifa ini mengatakan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia (RI) menerbitkan Kebijakan Keimigrasian terbaru yakni Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI nomor 34 tahun 2021 Tentang Pemberian visi dan izin tinggal Keimigrasian dalam masa penanganan penyebaran corona Virus Disease 2019  (Covid 19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Peraturan ini ditandatangani pada hari Rabu 15 September 2021.

“Dengan diterbitkan Peraturan Keimigrasian tersebut membatalkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI nomor 27 tahun 2021 dan dinyatakan tidak berlaku,” terangnya.

Menurutnya, aturan sebelumnya membatasi WNA yang bisa masuk Tanah Air hanya mereka yang memiliki visa dinas dan diplomatik namun pada Permenkumham nomor 34 tahun 2021 memberikan izin masuk kepada orang asing pemegang visa atau izin tinggal yang masih berlaku. 

Dia menjelaskan, subjek lain yang diberikan izin memasuki Indonesia meliputi orang asing pemegang izin tinggal dinas, izin tinggal diplomatik, izin tinggal terbatas, izin tinggal tetap, pemegang Kartu Perjalanan Pebisnis (KPP) APEC, awak alat angkut yang datang bersama dengan alat angkutnya, serta Pelintas Batas Tradisional.

Subyek tersebut dapat memasuki wilayah Indonesia melalui TPI tertentu setelah memenuhi protokol kesehatan Covid-19 sesuai peraturan perundang-undangan.

Subyek-subyek yang dimaksud untuk sementara waktu memasuki wilayah Indonesia melalui tempat TPI tertentu yang telah ditetapkan yaitu Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Internasional Samratulangi Manado, Pelabuhan Laut Tunon Taka Nunukan, Pelabuhan Laut Batam dan Pelabuhan Laut Tanjung Pinang.

Setelah memenuhi Protokol Kesehatan Covid-19 sesuai peraturan yang berlaku, selain mengatur kebijakan izin masuk dan pelayanan visa melalui Permenkumham nomor 34 tahun 2021 pemerintah dapat melarang dan menolak orang asing dari negara tertentu dengan tingkat penyebaran Covid-19 yang tinggi. Pelarangan masuk didasarkan pada informasi dari kementerian atau lembaga yang melaksanakan penanganan corona.

“Orang asing yang tidak memenuhi ketentuan protokol kesehatan dapat dikenakan tindakan administratif keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Kemudian, pelayanan visa offshore yang sebelumnya ditangguhkan sementara kini dibuka kembali. Permohonan persetujuan visa tersebut dapat diajukan berdasarkan jenis kegiatan orang asing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Adapun, pengajuan permohonan persetujuan visa dilakukan melalui website visa-online.imigrasi.go.id. Khusus untuk pengajuan visa kerja dilakukan melalui website tka-online.kemnaker.go.id.

Meski begitu, terdapat beberapa persyaratan tambahan untuk permohonan visa yang harus dipenuhi oleh pemohon. Persyaratan tersebut meliputi kartu/sertifikat vaksinasi Covid-19 dosis lengkap, surat pernyataan bersedia mematuhi protokol kesehatan di Indonesia, serta bukti kepemilikan asuransi kesehatan/asuransi perjalanan.

“Jika WNA tidak memiliki asuransi kesehatan, ia harus membuat surat pernyataan bersedia menanggung biaya pengobatan secara mandiri jika terpapar Covid-19 di Indonesia,” sebutnya. 

Ketua panitia kegiatan Muhammad Dede Sulaiman mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Khususnya pengguna Tenaga Kerja Asing (TKA) baik dari perusahaan, yayasan serta sekolah tentang kebijakan dan peraturan visa dan izin tinggal keimigrasian terbaru,” katanya.

Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari instansi terkait, perusahaan pengguna TKA, dunia pendidikan, organisasi keagamaan, suami atau istri dari perkawinan campur serta perwakilan dari media cetak dan online di Timika.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kepala Seksi Izin Tinggal Negara Tertentu Direktorar Izin Tinggal Keimigrasian, Ragil Putra Dewa.

Ditemui setelah sosialisasi, Ragil menjelaskan, khusus untuk poin-poin yang perlu diperhatikan untuk WNI dan WNA yang akan memasuki Indonesia di masa PPKM saat ini, yaitu setiap pelaku perjalanan internasional di titik pintu masuk perjalanan internasional wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Setiap operator moda transportasi di titik pintu masuk perjalanan internasional wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Penumpang WNI dan WNA dari luar negeri harus menunjukkan hasil negatif melalui tes PCR (H-3 keberangkatan) dam mengisi e-HAC Internasional Indonesia melalui aplikasi PeduliLindungi.

Penumpang WNA juga wajib memiliki asuransi kesehatan/perjalanan yang mencakup pembiayaan kesehatan dalam melakukan karantina maupun perawatan COVID-19 selama di Indonesia

Pada saat kedatangan, penumpang akan dilakukan tes ulang RT PCR dan karantina selama 8×24 jam. Penumpang melakukan tes ulang RT-PCR pada hari ke-7 karantina. Jika negatif diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan setelah hari kedelapan. Jika positif, maka dilakukan perawatan di rumah sakit.

Dijelaskan bahwa kewajiban karantina dikecualikan kepada penumpang WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas.

“Ini terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri dan melalui skema Travel Corridor Arrangement,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar