Translate

Kekhawatiran Atlet Soal Keamanan Papua Terbantahkan di PON

Bagikan Bagikan

Atlet sepatu roda putra DKI Jakarta Barijani Mahesa Putra (tengah), atlet sepatu roda Jawa Barat Radika Rais (kiri) dan atlet sepatu roda Jawa Barat Azmi Al Ghiffari (kanan) berfoto bersama pada upacara pengalungan medali Final nomor Sprint 500 M+D putra PON Papua di Arena Klemen Tinal Roller Sport, Kota Jayapura, Papua, Rabu (29/9/2021). (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Kekhawatiran atlet terhadap kondisi keamanan di Papua terbantahkan setelah mereka tiba dan bertanding pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Bumi Cenderawasih itu. 

Salah satunya dirasakan oleh atlet selam asal Lampung Vania Carissa Wanta yang sempat khawatir mengenai kondisi di Papua. 

“Ketika awal akan datang ke Papua, jujur saya sempat khawatir mengenai kondisi di papua. Namun setelah berlomba dan mengalami sendiri kondisi di Papua mulai dari proses latihan hingga perlombaan, ternyata keadaan Papua sangat jauh dari bayangan saya," kata Vania dalam acara bincang-bincang "Pengalaman Manis Kontingen PON XX" yang digelar secara daring, Kamis. 

Pengakuan serupa disampaikan atlet sepatu roda DKI Jakarta Barijani Mahesa Putra. Dia mengaku tidak yakin dengan kondisi keamanan di Papua. Namun keraguannya itu terjawab bahwa saat ia bertanding dia menilai kondisi keamanan sangat terkendali. 

Tak hanya itu, dirinya bahkan terkesan dengan penerimaan masyarakat Papua terhadap kedatangan tamu-tamu kontingen dari berbagai daerah. 

“Apa yang saya pikirkan berbeda dengan apa yang saya temui di lapangan. Penerima masyarakat Papua ini membuat saya terkesan, mereka sangat baik dan antusias melihat kami bertanding. Begitu juga penerapan protokol kesehatannya, sangat ketat dan benar-benar dijaga," ujarnya. 

Para atlet juga mengaku tak menyangka ternyata Papua mempunyai infrastruktur yang memadai. Vania takjub dengan arena selam yang ada di Teluk Yos Sudarso. 

"Bukan hanya sarana dan prasarananya yang mumpuni, tetapi Papua sudah sangat hebat bisa menggelar event olahraga terbesar di Indonesia dengan baik. Apalagi sumber daya alamnya sangat indah. Khususnya venue cabor selam lain. Buat saya yang sudah mengikuti enam kali PON, arena selam di Papua ini (Teluk Yos Sudarso) adalah yang terbaik," kata Vania. 

Para atlet itu pun berharap arena pertandingan dan infrastruktur yang ada itu dapat terjaga dan dimanfaatkan selepas PON. 

"Semua harus terus dimanfaatkan agar terawat. Ini untuk kemajuan olahraga Papua khususnya dan Indonesia," ucap Barijani. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar