pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Mimika Sport Complex dan Kuala Kencana Dipakai Sebagai Venue, Kontribusi Besar Freeport Bagi PON XX Papua

Bagikan Bagikan

Salah satu stadion terbuka di dalam kawasan Mimika Sport Complex bertaraf internasional milik PTFI (kiri) dan area alun-alun kuala kencana milik PTFI yang akan digunakan sebagai venue perlombaan atletik marathon dan jalan cepat (kanan) (Foto:SAPA/Jefri-Acik)

SAPA (TIMIKA) - Dukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021, PT. Freeport Indonesia (PTFI) turut memberikan kontribusi yang begitu besar.

Manager General Construction & Special Project (GCSP) - Divisi Technical Services PTFI, Lenny Josephina menjelaskan, dukungan PTFI pada pelaksanaan PON XX Papua secara teknis telah menjalin kesepakatan atau kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua dan juga Pemerintah Kabupaten Mimika, dimana PTFI membangun fasilitas-fasilitas olahraga Mimika Sport Complex (MSC) yang akan digunakan sebagai venue untuk menggelar pertandingan sejumlah cabang olahraga di PON XX Papua.

MSC terletak di Jalan Poros Timika-SP5, Kelurahan Wanagon Distrik Mimika Baru, tepatnya di depan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.

Lenny mengungkapkan, PTFI membangun MSC di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Mimika dengan luas lahan 12,5 hektare yang telah selesai dibangun pada September 2016 lalu. MSC dibangun dengan nilai sekitar 33 juta US dollar atau sekitar Rp 468 miliar.

MSC mencakup stadion tertutup (indoor stadium), Lintasan lari dengan tribun Barat dan tribun Timur, asrama atlet, serta bangunan penunjang lainnya.

Stadion tertutup diperuntukkan sebagai arena bagi cabang olahraga badminton, bola basket, bola voli dan beladiri. Stadion itu dirancang agar dapat menampung sekitar 5.000-5.500 penonton, termasuk 75 penonton VIP, serta dilengkapi dengan area pertokoan dan perkantoran di dalamnya.

Sementara stadion terbuka dilengkapi dengan jalur lintasan lari jarak pendek dan menengah berstandar internasional serta beberapa cabang atletik lainnya seperti lempar lembing, tolak peluru, lompat tinggi, dan lompat jauh. Stadion terbuka dilengkapi dengan dua tribun utama di bagian barat berkapasitas 2.200 penonton dan bagian timur berkapasitas 1.300 penonton.

Sedangkan dua asrama atlet putra dan putri masing-masing mampu menampung 50 atlet dan tujuh pelatih di setiap asramanya, dengan total kapasitas atlet sebanyak 100 atlet. Asrama tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas rekreasi (fitness/gym, tempat makan, dan sebagainya) yang terdapat di dalam asrama penunjang (support dormitory).

Mimika Sport Complex ini mengusung tema yang mengangkat kearifan lokal. Burung cendrawasih adalah ciri khas tanah Papua, maka dari itu atap tribun stadion outdoor dibentuk menyerupai ekor burung cendrawasih.

MSC didesain dan dikerjakan oleh anak-anak bangsa dengan mengangkat kearifan lokal. Pada tribun stadion outdoor dibentuk menyerupai ekor burung cendrawasih, sementara penginapan dibangun menyerupai honai.

“Harapan terbesar kita apa yang telah dibangun bisa memotivasi para pemuda dan pemudi untuk meningkatkan prestasi di bidang olahraga, dan PON menjadi langkah awal bagi Papua untuk bangkit dari sisi olahraga, karena pada dasarnya apa yang kita bangun hari ini bukan saja untuk pelaksanaan PON tetapi untuk berkelanjutan,” ujar Lenny, Kamis (30/9/2021).

Lenny Josephina (ketiga dari kanan) dan Kerry Yarangga (kedua dari kanan) saat press conference di MSC milik PTFI

Manager External Affairs Corporate Communications PTFI, Kerry Yarangga menambahkan, pelaksanaan PON XX Papua, juga secara khusus di Kabupaten Mimika, PTFI sangat mendukung penuh.

“PTFI memberikan dukungan yang sangat besar untuk pelaksanan PON XX di Papua. Kita juga turut berpartsipasi dalam memeriahkan PON XX Papua khususnya di Mimika dengan memasang banner dan baliho-baliho,” ungkap Kerry, Kamis (30/9/2021).

Kerry juga berharap apa yang terjadi hari ini dapat memberikan dampak yang baik dan berkelanjutan khususnya pada bidang olahraga. PTFI juga memberikan reward kepada atlet Papua yang berprestasi.

“Kita sudah berkoordinasi dengan PB PON XX Papua untuk memberikan reward kepada atlet yang berprestasi,” ujarnya.

Di samping itu, Kerry mengatakan, area Kuala Kencana milik PTFI yang berada di Kelurahan Kuala Kencana Distrik Kuala Kencana itu akan digunakan sebagai venue untuk penyelenggaraan pertandingan atletik untuk nomor Marathon dan jalan cepat pada PON XX Papua tahun 2021.

“Kami sangat mendukung dan untuk persiapan sudah sangat siap. Kami siap mendukung apa yang menjadi agenda dari PB PON XX,” kata Kerry.

Menurut dia, para atlet yang akan mengiktui penyelenggaraan pertandingan atletik untuk nomor Marathon dan jalan cepat di area Kuala Kencana akan dimanjakan dengan suasana yang segar dan sejuk.

“Kuala Kencana akan tercatat sebagai arena pertandingan paling segar dan sejuk karena arena pertandingan di kelilingi pohon-pohon  yang menjulang tinggi,” ujarnya.

Kuala Kencana adalah sebuah kota fungsional dalam Distrik Kuala Kencana di kabupaten Mimika, Papua, Indonesia, yang diresmikan pada tanggal 5 Desember 1995 oleh Presiden Republik Indonesia Soerharto, dengan diresmikan sebagai Kota Baru yang  kemudian diberi nama Kuala Kencana, yang berarti Muara Emas. Kota Kuala Kencana dikembangkan sebagai salah satu pendukung kegiatan pertambangan di Kabupaten Mimika.

Kuala Kencana terletak di bagian selatan propinsi Papua, antara 136º 50’02” hingga 136 53’49” Bujur Timur dan 4º 21’46” hingga 46º26’7” lintang selatan, sekitar 20 Kilometer sebelah utara Timika dan sekitar 45 kilometer sebelah barat daya kota Tembagapura. Kuala Kencana terletak di dataran rendah Papua bagian selatan dengan luas 17.425 hektar.  Pembangunan kota Kuala Kencana dimulai pada tahun 1993 dan selesai pada tahun 1996.

Untuk kesejahteraan para penghuninya, kota ini dirancang dengan fasilitas lengkap oleh PTFI, seperti pusat perbelanjaan dan hiburan, pusat rekreasi, sekolah dan klinik.  Agar dapat memberikan lingkungan yang sehat dan damai. Kota ini dibangun di tengah hutan tropis dan dirancang dengan kepekaan akan lingkungan dan ekosistem.  Kuala Kencana merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki sistem saluran air kotor yang disalurkan ke pusat pengolahan limbah.

Terkait hal ini, Wali Desa Kuala Kencana yang juga menjabat sebagai Facilities Manajement PTFI, Samsul Arifin sebelumnya mengatakan, khusus di wilayah Kuala Kencana semua fasilitas dipersiapkan sedemikian rupa mulai dari kebersihan jalan dan kerapian taman mengingat wilayah ini telah dipercayakan sebagai venue marathon 42 km dan jalan cepat. Untuk venue sudah sangat siap, dimana start dua cabor ini berada di alun-alun.

Jalan cepat dimulai dari alun-alun hingga ke titik yang telah ditentukan ke arah jalan keluar dari Kuala Kencana bolak-balik selama 20 kali. Sedangkan untuk lari marathon dimulai dari alun-alun, masuk ke RW B ke ‘Check point’ 430, ke RW A dan kembali ke alun-alun dengan putaran kurang lebih tiga hingga empat kali.

"Freeport sangat siap dan mendukung pelaksanaan PON XX ini. Apalagi di Kuala Kencana juga dijadikan venue lari marathon dan jalan cepat. Kita sudah lakukan meeteng bersama Satgas keamanan, dalam hal ini pihak Polres dan Kodim. Selain lokasi yang disiapkan, tentunya terkait listrik, tempat sampah, dan tenaga medis khusus yaitu ISOS," ungkap Samsul Arifin saat menghadiri pelepasan kirab obor api PON XX Papua 2021 di alun-alun Kuala Kencana, Selasa lalu (28/9/2021).

Sejak dimulainya pelaksanaan PON XX, kunjungan masyarakat ke Kuala Kencana semakin meningkat untuk mengambil foto di alun-alun, berenang ataupun berbelanja di shopping. Kurang lebih sekitar 1000 orang perhari khususnya di hari Sabtu dan Minggu.

“Sekarang ini kunjungan warga ke Kuala ini semakin banyak khususnya hari Sabtu dan Minggu. Kurang lebih capai 1000 orang,” katanya.

Dia menambahkan bahwa do kota Kuala Kencana terdapat juga perumahan untuk karyawan di RW A dan RW B Apartemen. Ada PQ sebagai tempat tinggal staf, perbankan yaitu bank Niaga, BRI, Bank Papua serta rumah ibadah yaitu gereja Betlehem dan Masjid Baiturrahim. Adapun fasilitas sekolah, kolam renang berstandar internasional, spot olahraga sepeti lapangan golf dan yang lainnya. (Jefri/Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar