pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

NTT Raih Medali Perunggu Halang Rintang 3.000 Meter Putra-Putri

Bagikan Bagikan
Matheus Wuli dan Afriana Paijo (tengah) foto bersama official NTT usai pengalungan medali (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Dua Atlet Asal Nusa Tenggara Timur (NTT) atas nama Matheus Wuli dan Afriana Paijo harus puas dengan perolehan medali perunggu pada cabang olahraga (Cabor) Atletik nomor Lari Halang Rintang 3.000 meter Putra dan Putri yang digelar di Venue Atletik Mimika Sport Complex, Kamis (14/10/2021).

Matheus Wuli meraih medali perunggu setelah mencatatkan waktu 9:23.89 detik sedangkan Afriana Paijo juga meraih medali perunggu dengan catatan waktu 10:55:83 detik.

Kedua pelari andalan Provinsi NTT ini bersyukur atas apa yang telah mereka raih.

Meskipun hanya meraih medali perunggu, Matheus merasa bangga bisa membawa nama baik NTT. Pria yang akrab disapa Iston itu mengaku PON XX Papua merupakan PON pertama baginya.

"Ini adalah PON pertama saya, mimpi saya ke depan bisa go internasional, paling tidak berlaga di Sea Games dan Olimpiade," ungkap Pemuda kelahiran Bowaru 29 Maret 2000 itu.

Berlaga di PON XX Papua, Pemuda dengan gaya kumis tipis itu telah mempersiapkan diri sejak dua tahun lalu.

Ia mengaku waktu yang ditempuh di PON XX Papua jauh lebih baik dibandingkan dengan catatan waktu pada pra-PON.

Pria yang kini sedang menempuh pendidikan tinggi di salah perguruan tinggi swasta di Kupang Provinsi NTT itu pernah mengikuti kejuaraan nasional dan berhasil mempersembahkan 1 medali emas dan 1 medali perunggu.

Sementara Afriana Paijo juga mengatakan bahwa catatan waktu tempuh di PON XX Papua jauh lebih baik dibandingkan catatan waktu di pra-PON.

Namun ini bukanlah akhir bagi Wanita kelahiran Kupang 1 April 1992 itu. Afriana mengatakan akan terus mengevaluasi diri dan berusaha untuk tampil lebih baik ke depan.

Kepada wartawan di Timika, Afriana menyampaikan jika diberikan kesempatan lagi untuk mengikuti PON XXI  ia akan mempersembahkan medali emas.

PON XX Papua merupakan kali ketiga bagi Afriana Paijo. Meraih medali perunggu ia mengaku sedang dalam kondisi cedera namun karena semangatnya yang begitu tinggi ia mampu menyelesaikan tugasnya walaupun hanya bisa menyabet medali perunggu.

"Walaupun cedera saya bisa tunjukkan hasil  yang maksimal dan bahkan ini adalah waktu terbaik saya,  dimana waktu pra-PON catatan waktu saya 11,16 menit tapi PON catatan waktu saya 10:55 menit," ungkap Wanita yang kini mengabdi di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT sebagai tenaga honorer sejak dua tahun silam.

Wanita yang pernah meraih medali perak di PON Riau tahun 2014 itu pernah dijanjikan Pemerintah Provinsi NTT untuk menjadi PNS.

"Saya pernah dijanjikan untuk diangkat menjadi PNS. Yah, semoga saja itu bisa diimplementasikan," harap Afriana. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar