pemerintah kabupaten mimika

Translate

Pengangkatan 600 Honorer Menjadi PNS di Kabupaten Mimika, Ada OPD yang Tidak Diberitahu?

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Kabupaten Mimika mendapat jatah kuota 600 tenaga honorer untuk diangkat menjadi PNS oleh Provinsi Papua.

Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Michael Gomar mengatakan bahwa ada 600 tenaga honorer yang akan diverifikasi untuk pengusulan sebagai CPNS.

Saat itu Sekda Gomar menjelaskan, kriteria tenaga honorer yang akan diusulkan sebagai CPNS adalah K2 yang sudah mengikuti tes CPNS pada tahun 2013 lalu dan yang berusia di bawah 35 tahun.

Terkait kriteria ini, diprioritaskan kepada OAP Amungme-Kamoro, OAP lainnya dan beberapa di antaranya adalah non OAP.

Untuk tahapan verifikasi, tentunya kepala-kepala OPD yang terlebih dahulu melakukan analisis jabatan sesuai kebutuhan yang realistis di masing-masing OPD.

Namun dalam hal ini, ada beberapa OPD di Lingkup Pemkab Mimika justru tidak mengetahui tentang pengusulan terkini atas 600 honorer menjadi K2 dan/atau bahkan menjadi PNS.

Jika ada yang dihubungi, beberapa OPD dihubungi secara langsung oleh Sekda Mimika untuk menandatangani surat pernyataan Kepala Dinas dan melengkapi berkas-berkas administrasinya.

Seperti Kepala Bappeda Mimika Yohana Pailing ketika dihubungi Salam Papua melalui pesan WhatsApp, Rabu (20/10/2021) sekitar Pukul 10.52 WIT, menyampaikan bahwa belum mendapat informasi terkait hal itu.

“Belum ada info,” kata Yohana.

Ia justru bertanya balik kepada wartawan apakah sudah ada pengumuman soal itu.

“Sudah ada pengumumankah, Bappeda sepertinya tidak ada K2. Kalaupun ada 1 org. Sy blm cek juga, Bappeda, sy blm ada info,” terangnya.

Sementara itu Kepala Distrik Kwamki Narama, Bates Hence Suebu ketika dihubungi Salam Papua via pesan WhatsApp di hari yang sama pada Pukul 11.28 WIT baru dijawab pada malam hari Pukul 20.03 WIT.

Dalam pesannya dikatakan bahwa pihaknya tidak mendapat informasi pengangkatan honorer ke K2.

“Kitong TDK ada, Sekda dong kerja diam-diam tanpa menyurati OPD,” tulis Hence.

Selanjutnya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika, Dwi Cholifa juga mengaku tidak mengetahui pengangkatan honorer ke K2 dan untuk menjadi PNS.

“Belum tahu saya ya. Kalau yg K2 ada 1 org. Iya tersisa 1 org yg belum diangkat,” tulis Dwi.

Namun ada juga beberapa pimpinan OPD mengaku dihubungi Sekda Mimika terkait hal ini.

Seperti Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Koga mengaku ditelepon Sekda Mimika dan memintanya menyampaikan kepada Kasubag Kepegawaian untuk mengambil surat pernyataan pengangkatan honorer ke K2 yang telah disediakan oleh Sekda agar ditandatangani olehnya sebagai kepala dinas.

“Jadi saya ditelpon Pak Sekda untuk sampaikan ke Kasubag kepegawaian ambil surat pernyataan pengangkatan yang sudah disiapkan Sekda. Saya tinggal tandatangan saja surat itu. Saya rasa semua dinas pasti seperti itu,” ujarnya via telepon seluler kemarin malam.

Ia mengatakan, di Dinas Ketahanan Pangan ada 4 orang honorer yang diangkat menjadi K2.

“Honorer di Dinas Ketahanan Pangan ada 10 orang, yang diangkat hanya empat orang, OAP dua orang dan lahir besar Timika dua orang. Masa kerja mereka enam sampai 15 tahun,” terangnya.

Sementara itu Sekwan DPRD Mimika, Ananias Faot mengatakan bahwa ada dua orang honorer di Sekwan yang diangkat menjadi  K2.

“Ada ade 2 org, Iya OAP. Mrk yg tidak lulus K2 waktu lalu,” kata Ananias.

Hal yang sama juga disampaikan Kabag Keuangan Marthen Malissa bahwa di OPD yang dipimpinnya itu juga ada pengangkatan K2. 

“Iya ada. Itu bukan SK CPNSnya tp SK Honorer utk persyararatan pengusulannya,” kata Marthen.

Kemudian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Yosias Lossu mengatakan ada 9 honorer di BPBD diangkat menjadi K2.

“Sekitar 9 orang. Pengangkatan itu dari pimpinan kita. Diutamakan OAP Amugme dan Kamoro dan OAP yg lain. Salam sehat,” kata Lossu kemarin siang, sekitar Pukul 12.30 WIT.

Menurutnya honorer yang diangkat menjadi K2 sudah bekerja lebih dari 5 sampai 7 tahun.

“Di atas 5 s/d 7 tahun,” tulisnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan SDM (BKDSDM) Kabupaten Mimika, Hermalina Imbiri membenarkan bahwa saat ini sedang dilakukan tahapan pengangkatan CPNS dari K2.

“Iya benar. Kita sdh antar berkas ke BKD provinsi dan sekarang tahapan VERVAL oleh Tim VERVAL di provinsi,” ujarnya.

Untuk tahapan itu, menurutnya Sekda Mimika sudah menyampaikan langsung ke pimpinan OPD.

“Ya Pak Sekda sdh langsung sampaikan ke Pimpinan OPD karena ada Surat Pernyataan atasan langsung yg di tandatangani oleh Pimpinan OPD,” ujarnya via pesan WhatsApp sekitar Pukul 17.50 WIT.

Ketidaktahuan beberapa OPD apakah terlewatkan informasinya atau memang tidak diberitahu? Dan seperti apa mekanisme terkini pengusulan pengangkatan 600 honorer menjadi PNS di Kabupaten Mimika?

Ketika Salam Papua menghubungi Sekda Mimika, Michael Gomar, Selasa (19/10/2021) via pesan WhatsApp sekitar Pukul 10.56 WIT, ia belum membalas pesan tersebut. (Tim)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:

  1. Stop baku tipu ,permainan dalam proses pengangkatan pegawai honorer menjadi CPNS di kabupaten Mimika ini,Sekda dan pimpinan OPD ,Tidak Jujur dalam Hal ini.Banyak permainan Didalamnya.

    BalasHapus
  2. Stop baku tipu..yg honor sdh lama tdk di angkat malah yang baru honor berepa bulan yang di angkat.
    Ini ada permainan apa lagi..
    Pemerintah kab mimika kerja yg jujur boleh..
    Masa kami yg yg honor sekian lama tdk di angkat...di mana hati kalian.

    BalasHapus