Translate

Rangka Gedung Disperindag di Cendrawasih Dibongkar, Polisi Kantongi Nama Penadah

Bagikan Bagikan
Rangka bangunan yang tersisa dan barang bukti berupa alat untuk membongkar yang dilakukan empat orang pelaku (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Rangka bangunan gedung milik Disperindag Mimika di Kampung Cendrawasih Distrik Mimika Timur (Miktim) dibongkar oleh empat orang yang diduga sebagai suruhan penadah.

Kapolsek Miktim, Iptu Boby Pratama mengatakan, informasi yang diterimanya bahwa gedung tersebut milik Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI dan telah dihibahkan ke Disperindag Mimika. Gedung tersebut jauh dari pemukiman warga dan tanpa adanya petugas  yang menjaga, hanya ada warga yang dipercayakan untuk mengawasinya.

Posisi gedung itu sangat tertutup dengan tipe bangunannya yang tinggi sehingga apa yang terjadi di bagian dalam tidak bisa dilihat dari luar jalan. Kemudian, seorang warga yang dipercayai untuk mengawasi gedung tersebut menerima informasi dari warga lain tentang adanya kegiatan di dalam gedung itu, sehingga iapun mengecek dan ditemuinya semua rangka dalam gedung tersebut telah habis dibongkar.

“Setelah terima laporan itu kami langsung cek ke TKP. Kita masuk di dalam gedung itu langsung lihat langit, karena semua sengnya tidak ada, rangka-rangka bajanya tidak ada, pintu dari besi juga semuanya tidak ada,” ungkapnya, Selasa (26/10/2021).

Iptu Boby mengatakan, pihaknya telah dalami laporan tersebut termasuk  mengecek kapal yang memuat seng, tapi ternyata tidak terbukti karena kapal tersebut mengangkut seng baru.

Ada empat orang yang diperiksa terkait pembongkaran gedung tersebut. Pengakuan awal, empat orang ini sampaikan tidak sempat bekerja membongkar rangka bangunan tersebut. Namun setelah didalami lagi, empat orang tersebut mengaku sudah empat kali membongkar dan memuat barang yang dibongkar itu ke wilayah Kota Timika.

Atas pengakuan empat orang tersebut, pihak kepolisian telah mengantongi nama pembeli atau penadah material bangunan gedung tersebut.

“Awalnya empat orang itu mengaku mereka belum mulai kerja tapi setelah kita ke TKP dan dalami lagi, akhirnya mereka mengaku sudah empat kali membongkar dan memuat rangka bangunan itu ke kota. Kalau sengnya bukan mereka yang bongkar, karena saat mereka datang ke gedung itu, sengnya sudah tidak ada lagi. Nah kami juga sudah kantongi siapa pembeli atau penadahnya di kota. Kemungkinan mulai hari ini kami mengecek tempat dari penadah itu,” katanya.

Isi bangunan tersebut tidak ada, tapi hanya rangka-rangka bangunannya yang telah dijarah habis. Gedung tersebut sangat besar dan bisa dijadikan gedung olahraga bulutangkis.

“Kejadian ini sudah disampaikan ke Disperindag. Ada enam orang yang kami temui di TKP, tapi dua orang di antaranya mengaku sebagai suami-istri yang datang bawakan makanan untuk dua orang anaknya yang ikut membongkar di situ bersama dua orang lainnya. Jadi empat orang yang kita periksa. Ada dua yang merupakan OAP dan dua orang lainnya merupakan pendatang. Kasus ini kami di Polsek Miktim yang tangani,” ujarnya.

Barang bukti milik empat pelaku yang diamankan berupa tabung gas, rantai dan katrol pengangkat besi, tali dan beberapa alat pemotong besi dan baja.

“Mereka ini termasuk profesional. Itu juga bukan hanya dikerjakan satu atau dua hari tapi sepertinya sudah lama mereka membongkar. Katanya alat yang mereka pakai itu milik tetangga yang berprofesi sebagai tukang bengkel. Sebelumnya mereka mengaku pernah membongkar alat berat, tapi seizin pemiliknya,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar