Translate

Ridwan Kamil: PON XX Papua Bukti Jabar Bukan "Jago Kandang"

Bagikan Bagikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat bersantap siang bersama perwakilan atlet peraih medali kemenangan di PON XX Papua bertempat di kawasan Kota Raja, Jayapura, Papua, Jumat (15-10-202. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Gubernur Ridwan Kamil menyebut keberhasilan mempertahankan gelar juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua adalah bukti bahwa Jawa Barat bukan "jago kandang". 

"PON Papua ini bukti kalau Jabar bukan jago kandang. Pernah 2016 ada tagar Jabar jago kandang. Tapi hari ini kita buktikan menang di Papua," kata Ridwan Kamil usai bersantap siang bersama atlet di Kota Raja, Jayapura, Jumat siang.Kontingen Tanah Pasundan mempertahankan gelar juara umum yang mereka raih pada PON XIX Tahun 2016, mengumpulkan total 353 medali, terdiri atas 133 medali emas, 105 perak dan 112 perunggu di gelaran PON. 

Meski Jabar memulai PON Papua dengan perolehan "rapor hitam" di awal, tapi Ridwan bersyukur para atlet bisa menggapai harapan warga Jabar secara bertahap hingga ke puncak kemenangan."Sejak awal saya monitor tiap hari. Kegiatan saya selain shalat, nge-Google medali PON Papua. Awalnya rapor hitam, tapi ini berkat kerja keras semua pihak, semua berpartisipasi mensukseskan. Ada fasilitas, anggaran, logistik, doa dan keamanan, bahkan keputusan-keputusan kami di pemerintahan," katanya. 

Ridwan Kamil juga mengapresiasi kepatuhan seluruh atlet dan ofisial dalam terhadap konsep yang sejak awal diusung untuk mempertahan gelar juara PON. 

Skenario sport sains penunjang prestasi Jabar 

Gubernur Ridwan Kamil mengungkap skenario sport sains yang dipersiapkan bagi seluruh atlet Jawa Barat untuk terus mempertahankan gelar juara olahraga di berbagai ajang bergengsi nasional maupun internasional. 

"Sport sains ini mengombinasikan ilmu ketubuhan atau fisik dengan prestasi atlet," kata Ridwan Kamil di Jayapura, Papua, Jumat siang. 

Kang Emil- sapaan karib Ridwan Kamil - menyebut sport sains sebagai skenario efektif dalam memunculkan penampilan terbaik atlet jelang bertanding. Emil menyebut konsep sport sains tidak melulu berkaitan dengan infrastruktur penunjang. Salah satu kegiatan yang diterapkan adalah membawa para atlet menuju ke daerah dataran tinggi. 

"Kita latih atlet di wilayah dengan kandungan oksigen tipis. Akan lebih banyak sel darah merah yang timbul sehingga saat tanding bisa jadi luar biasa," katanya. 

Menurut Emil konsep yang diusung oleh sport sains mirip dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Para pakar dilibatkan untuk memberikan ilmu biologi dalam keolahragaan. 

Pemprov Jabar melibatkan kalangan pakar dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung untuk mewujudkan konsep tersebut. "UPI punya jurusan olahraga, di dalamnya ada alat yang menambah oksigen, ilmu posisi tubuh, memperbaiki performa dan sebagainya. Contoh, atlet angkat berat butuh asupan telur sekali makan bisa banyak, daging butuh 3kg agar dia bisa berhasil raih emas mengangkat barbel seberat sapi limosin," katanya. 

Sport sains di Jabar sebetulnya telah dipersiapkan Emil jelang keberangkatan atlet menuju PON XX Papua. Tapi pengalihan alokasi anggaran ke penanganan pandemi COVID-19 membuat agenda itu urung dilaksanakan. 

"Sebelum COVID-19 saya siapkan mereka ke Korea Selatan. Karena sport sains terbaik di sana. Tapi keburu COVID-19, anggaran direfokusing ke bantuan sosial dan lainnya. Saya minta maaf ke mereka (atlet)," katanya. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar