pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Sopir Sering Ugal-ugalan, Pemkab Mimika Diminta Buat Jalan Khusus Untuk Truk Pengangkut Pasir Dari Iwaka

Bagikan Bagikan

Marthen Yatipaii (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Warga kampung Mimika Gunung di Distrik Kuala Kencana mengeluhkan aksi sopir truk khusus pengangkut material pasir yang masuk dan keluar kali Iwaka yang selalu ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi.

Aksi para sopir truk yang dinilai egois lantaran kejar target setoran itu sangat membahayakan pengguna jalan lain dan kerap menjadi penyebab kecelakaan.

Kepala Kampung Mimika Gunung, Marthen Yatipaii mengatakan, usulan ini selalu disampaikan masyarakat kepadanya.

Menurut dia, seluruh masyarakat tahu bahwa satu-satunya pusat pengambilan material pasir di Timika hanya ada di Iwaka sehingga aksesnya pun harus melintasi jalanan umum yang juga dipakai masyarakat dalam beraktivitas. Namun, sangat disayangkan telah banyak kecelakaan hingga menyebabkan kematian yang sebagian besar dikarenakan ulah truk-truk yang melintas tanpa aturan.

Seluruh masyarakat Moni, Damal dan Amungme berharap supaya Pemkab Mimika membuka akses khusus dari ‘check point’ masuk Kuala Kencana hingga tembus ke Iwaka agar tidak lagi menggunakan jalanan umum.

“Saya mewakili masyarakat saya supaya Pemerintah segera buka akses lain. Tidak boleh lagi truk-truk pengangkut material itu lewat di jalan umum yaitu jalan trans Nabire. Kita bayangkan setiap hari belasan bahkan puluhan truk lewat dengan seenaknya. Mereka tidak peduli pengendara motor sampai jalan di pinggir sampai-sampai mau jatuh ke got dan yang lain sebagainya. Banyak pengendara yang mandi debu,lumpur dan yang lainnya akibat truk-truk lewat. Kita tahu material bagi seluruh pembangunan di Timika, baik rumah warga, pembangunan proyek pemerintah ataupun perusahaan bersumber dari Iwaka. Kalau kita tuntut untuk menutup aktivitas galian itu berarti semua bentuk pembangunan di Timika ini akan macet, karena mau bikin rumah, jalan, sekolah dan yang lainnya harus mengambil pasir dari iwaka,” kata Marthen di Polsek Kuala Kencana, Kamis (30/9/2021).

Dijelaskan, salah satu contoh kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut material yaitu beberapa waktu lalu di Jayanti. Dimana, seorang perempuan warga Jayanti ditabrak hingga meninggal dunia. Hal ini tentunya menimbulkan keributan mengingat pihak keluarga menahan beberapa truk, menuntut pelaku, membakar satu unit truk hingga  menutup akses jalan.

“Aksi masyarakat ini tidak mungkin terjadi kalau tidak ada sebabnya. Itu karena truk-truk itu jalan dengan kecepatan tinggi. Sopir truk-truk itu balap karena kejar target mereka sehingga mereka tidak peduli dengan pengguna jalan lainnya. Kalau masyarakat nekat lakukan aksi seperti itu maka situasi keamanan jadi terganggu. Dan itu harusnya tidak boleh terjadi kembali,” katanya.

Saat ini harusnya Pemkab Mimika, DPRD dan pemangku kepentingan lainnya agar segera membuka akses khusus perlintasan truk material.

“Itu bisa dibuka mulai dari check point’ sampai ke Iwaka. Di situ terserah truk-truk itu mau lari dan kecelakaan yang penting tidak korbankan masyarakat umum pengguna jalan lainnya,” katanya.

Usulan masyarakat ini juga didukung oleh Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Y Sera Ayatanoi. Menurut dia, apa yang menjadi aspirasi masyarakat tersebut sangat penting mengingat di jalur trans Nabire sering terjadi kecelakaan.

“Memang saya pikir yang diusulkan warga itu sangat penting. Kalau truk-truk material itu punya jalur lain, maka tidak lagi melintas di jalan umum bersama masyarakat,” tutur Iptu Sera.

Sedangkan Ketua Komisi C DPRD Mimika, Elminus B Mom mengatakan bahwa aspirasi masyarakat tersebut akan disampaikannya kepada Pemkab Mimika melalui pertemuan khusus. Iapun membenarkan bahwa banyak truk yang melintas tidak mematuhi aturan berlalulintas.

“Ini penting dan akan saya bawa ke rapat kami di Komisi C. Selanjutnya akan dibahas juga bersama Pemkab untuk hal itu. Saya juga setuju kalau akses khusus truk pengangkut material itu. Itu bagusnya dimulai dari ‘check point’ tembus ke Iwaka,” tutur Elminus yang juga hadir dalam mediasi bersama keluarga korban kecelakaan di Jayanti bersama pihak pemilik truk sebagai pelaku penabrakan. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar