pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Tutup Lomba Cabor Terbang Layang PON XX Papua, Wabup Mimika Minta Maaf

Bagikan Bagikan
Wakil  Bupati Mimika, Johannes Rettob saat mengalungkan medali emas kepada Vladimir Mnusefer, Atlet Penerbang Papua di Hanggar Bandar Internasional Mozes Kilangin Sisi Selatan, Timika, Papua, Rabu (6/10/2021) (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob menutup lomba cabang olahraga (Cabor) terbang layang PON XX Papua di Hanggar Banda Internasional Mozes Kilangin Timika, Rabu malam (6/10/2021).

Dalam sambutannya pada kesempatan itu, John sapaan akrabnya, menyampaikan permintaan maaf kepada semua kontingen di Cabor tersebut jika selama di Timika merasa kurang puas dengan pelayanan tuan rumah.

“Apabila Bapak/Ibu sekalian selama berada di Mimika ada hal-hal yang kurang baik, mungkin rasanya tidak aman, mungkin sikap perilaku kami keluarga Mimika kurang begitu baik, saya minta maaf. Tapi saya yakin bahwa orang Mimika semua ramah-ramah,” katanya disambut tepuk tangan meriah semua yang hadir dalam upacara penutupan tersebut.

Ia mengatakan, sebagai atlet menang atau kalah tentunya mempunyai rasa tersendiri. Walaupun kalah, John berpesan harus tetap sportif.

“Terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan,” katanya.

Ia menyampaikan mulai tanggal 23 September olahraga ini dimulai dan ditutup pada hari ini. Sebelum pembukaan ia sempat sampaikan di hadapan panitia pelaksana (Panpel) dan semua yang terlibat di dalam pelaksanaan terbang layang dan Technical Delegate (TD), bahwa terbang layang merupakan olahraga yang membutuhkan kedisiplinan, ketaatan terhadap aturan dan keselamatan dalam penerbangan.

“Pasti banyak faktor yang terjadi sehingga olahraga ini bisa terlambat, bisa tepat waktu dan waktu itu saya pesan mati-matian kepada panitia pelaksana kita harus selesai di tanggal 6 (Oktober), kita mampu untuk melaksanakan ini,” ujarnya.

Menurutnya, cuaca Timika setiap hari berubah-ubah, kadang hujan, kadang panas dan angin kencang. Kondisi cuaca seperti ini sangat mempengaruhi pelaksanaan terbang layang.

Saat olahraga ini mulai dilaksanakan ia sering datang menyaksikan, dan menurutya, TD Terbang Layang, Prasetyo, yang paling luar biasa stress sejak awal olahraga ini dilaksanakan.

“Dia harus pikir infrastruktur, sarana, pikir cuaca, pikir hal-hal lain, tapi Bapak ini selalu senyum dan tertawa. Walaupun sudah ditunda beberapa kali dalam kondisi yang sulit tapi ternyata hari ini kita bisa selesai,” puji John.

Dia menyebutkan perlombaan terbang layang dalam PON XX tahun 2021 di Papua ini merupakan rekor baru.

Belum pernah ada pelaksanaan terbang layang di manapun yang membuat satu kesepakatan lokal tentang pengaturan ruang udara, itu hanya ada di Mimika.

Pada kesempatan itu, John mengucapkan terima kasih untuk semua kontingen dan semua pihak yang terlibat menyukseskan Cabor terbang layang pada PON XX Papua ini.

“Dan ini hanya terjadi di sini, bahkan mungkin di dunia belum pernah buat seperti ini. Tapi terima kasih buat TD, terima kasih buat AirNav, Avco dan UPBU yang terus berusaha bersama-sama membuat perlombaan ini bisa terlaksana,” ujar John.

Menurutnya, dalam perlombaan terbang layang dimana pun tidak pernah terganggu dengan penerbangan komersil, tapi khusus di Mimika dilakukan simultan bersama dengan penerbangan-penerbangan komersil.

“Ini tidak gampang, bagaimana kita lakukan penerbangan pada saat pesawat mau turun, gugup lagi. Saya lihat waktu awal-awal perlombaan, begitu pesawat mau turun terpaksa pesawat layang ditarik ke hutan-hutan di pinggir-pinggir situ karena gugup. Ternyata sampai hari ini semua selamat, semua aman, tanpa satu pun accident yang terjadi di dalam penerbangan,” sebutnya.

Ia berpesan untuk semua atlet yang sudah datang di Mimika untuk tetap menjunjung sportivitas. 

Untuk atlet-atlet yang meraih medali emas, John mengucapkam selamat atas keberhasilannya. Secara khusus untuk tuan rumah, ia mengaku sangat bangga karena menjadi juara umum.

“Saya bilang sama mereka (tim Papua, Red) harus delapan emas tapi mereka bilang waduh berarti yang lain tidak dapat dong. Tapi Puji Tuhan kita bisa dapat juara umum untuk Papua sebagai tuan rumah,” ucap John.

Mewakili Bupati Mimika dan jajarannya, John mengucapkan selamat jalan untuk semua kontingen. Ia berharap rasa kebersamaan, kekeluargaan yang diraih selama PON XX tetap dijaga.

“Kita ketemu lagi pada PON XXI di Aceh Sumatera Utara,” katanya.

Pada upacara penutupan perlombaan terbang layang yang dimeriahkan dengan tari-tarian Papua itu dilakukan pengalungan medali kepada para atlet yang memenangkan perlombaan.

Turut hadir pada kesempatan itu unsur Forkompimda Kabupaten Mimika, perwakilan dari KONI Provinsi Papua, semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan lomba Cabor terbang layang dan tamu undangan lainnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar