pon xx papua
badan pendapatan daerah
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Venue Terbang Layang di Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Baru Digunakan di Hari Terakhir Perlombaan

Bagikan Bagikan
Juri sedang mengukur jarak berhenti glider (pesawat layang) dari garis finish di Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika, Senin (4/10/2021) (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Venue terbang layang di Lanud Yohanis Kapiyau Timika baru digunakan di hari terakhir perlombaan cabang olahraga (Cabor) terbang layang, pada Selasa (11/4/2021).

Hal ini diungkapkan Technical Delegate Cabor Terbang Layang, Kolonel Prasetyo Herminto saat ditemui awak media di Hangar Sisi Selatan Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika, Senin malam (4/10/2021).

Ia menyebutkan besok pagi perlombaan masih menggunakan Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika, sore harinya barulah digunakan venue di Lanud Yohanis Kapiyau.

“Venue di sana (Lanud Yohanis Kapiyau, Red) sudah kita cat, besok kita tes dan langsung pakai. Jadi besok pagi terbang  dari sini (Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika, Red) nanti mendarat di venue. Nanti sore baru kita pakai di sana, kita semaksimal mungkin menghabiskan semua nomor,” ujar dia.

Ia berharap cuaca besok mendukung sehingga perlombaan bisa maksimal dan semua nomor bisa dilombakan sampai tuntas. 

“Jika tidak tuntas besok maka masih ada waktu cadangan tanggal 6 pagi kita bisa selesaikan karena upacara penutupan perlombaan kita lakukan malam hari di Hangar ini,” ujar dia.

Dikatakan, jika sampai tanggal 6 malam tidak bisa menuntaskan semua nomor perlombaan maka mau tidak mau medali dikembalikan, karena tidak bisa ada penambahan waktu.

“Penambahan waktu berpengaruh banyak terhadap panitia dan atlet. Atlet sudah dibatasi oleh KONI masing-masing daerah. Ini jatahnya kamu-kamu harus pulang, karena kita punya ‘technical hand book’ di situ yang sudah mengatur itu. Kalau ada penambahan siapa yang mau tanggung tiket dan kebutuhan lainnya,” ujar dia.

Dikatakan, untuk memaksimalkan pelombaan ini digunakan dua pesawat untuk menarik yakni cesna caravan dan pesawat husky, sementara satu lagi pesawat cesba caravan tetap ‘standby’.

“Jadi aturannya hanya bisa digunakan dua pesawat penarik dalam perlombaan, satu pesawat ‘standby’ saja,” ujarnya.

Untuk diketahui, Cabor terbang layang perlombaan yang sudah tuntas dilakukan yakni nomor Precision Landing Kelas Schweizer SGS 1-26 Putri, Mix Double Precision Landing Kelas Schweizer SGU 2-22, dan Precision Landing Kelas Schweizer SGS 1-26 Putra.

Untuk Precision Landing Kelas Schweizer SGS 1-26 Putri medali emas diraih Atlet Penerbang Monica dari DKI Jakarta, medali perak diraih Atlet Penerbang Aditya Widyaningrum dari DKI Jakarta dan medali perunggu diraih Atlet Penerbang Ina Kusmina dari Jawa Barat.

Sementara nomor Mix Double Precision Landing Kelas Schweizer SGU 2-22 medali emas diraih Tim Papua, perak diraih tim Jawa Tengah dan Perunggu diraih tim Papua.

Kemudian nomor Precision Landing Kelas Schweizer SGS 1-26 Putra medali emas diraih Atlet Penerbang Andri Abdul Rohman dari tim Papua, medali perak diraih Camar Fasida dari tim Jawa Timur dan medali perunggu diraih Ghazi Satriando H. J. dari DKI Jakarta.  (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar