Translate

Dokumen Rusak, Jasa Pengiriman Barang di Timika Dilaporkan ke Polisi

Bagikan Bagikan
Marthen Maturbongs dan dokumen yang rusak (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Salah satu jasa pengiriman barang di Timika yang terletak di Jalan Budi Utomo dinilai tidak bertanggungjawab hingga dilaporkan warga ke Polisi.

Jasa pengiriman tersebut dilaporkan warga jalan pisang, jalur 1 SP2, yakni Marthen Maturbongs,  lantaran kecewa dokumen yang dikirim oleh anaknya dari Manokwari tiba di Timika dalam kondisi rusak. Paket yang dikirim merupakan dokumen nilai ujian dari tiga orang anaknya yang kuliah di Manokwari.

“Dokumen itu diantar oleh kurir ke rumah tanggal 15 November, tapi sudah dalam kondisi rusak. Kurir sampaikan bahwa dia ambil paket itu dari kantornya sudah dalam kondisi rusak,” ungkap Marthen melalui kuasa hukumnya yaitu Yoseph Temorubun saat mengadu ke Polsek Miru, Selasa (16/11/2021).

Yoseph mengatakan, dokumen tersebut dalam kondisi rusak serta penyerahan dari kurir ke penerima juga tanpa ada tandatangan serah terima. Padahal, harusnya setiap jasa pengiriman selalu ada tanda terima oleh pihak penerima dan pihak jasa pengiriman.

Penerima paket telah mengadu langsung ke jasa pengiriman nasional tersebut, akan tetapi pihak jasa pengiriman tidak memberikan satu pernyataan pun yang mempertanggungjawabkan kerusakan dokumen itu. Yang harus diketahui adalah bahwa dokumen yang telah rusak ini merupakan daftar nilai atas perjuangan yang tidak gampang bagi mahasiswa.

“Makanya klien saya minta supaya saya dampingi buat pengaduan ke Polsek Miru secara resmi. Kita mau supaya klien saya dipertemukan bersama pihak jasa pengiriman itu. Ini bukan hal yang sepele. Apalagi ini terkait nilai kampus. Kita tahu nilai itu sangat sulit didapat. Kemudian setelah dokumen ini rusak, terus apa lagi yang anak-anak ini pertanggungjawabkan ke pihak kampus,” katanya.

Pengrusakan dokumen penting ini memenuhi unsur hukum pasal 106 dan KUHP tentang perlindungan konsumen pasal 61-63. Dengan demikian pengaduan secara resmi dilakukan agar pihak jasa pengiriman ini harus bertanggungjawab atas kerusakan ini.

Apabila tidak bertanggungjawab atas kerusakan dokumen ini, maka kami akan tingkatkan status pengaduan ini menjadi laporan resmi.

“Ini secara fakta sudah memenuhi pasal 106 tentang pengrusakan dan juga melanggar pasal 61-63 tentang perlindungan konsumen. Dari pihak manajemen jasa pengiriman itu tidak ada etiket baik, sehingga kami mengadu ke Polisi mengingat dokumen ini penting,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, pimpinan Kantor JNE cabang Timika, Riyanto mengatakan bahwa kemungkinan ada undangan dari Polsek Miru yang pihaknya terima terkait pengaduan tersebut. Sebagai pimpinan, ia pun siap memenuhi undangan tersebut untuk kemudian dipertemukan bersama warga yang mengadu.

“Saya belum bisa mengklarifikasi terlalu banyak, karena kemungkinan undangannya sudah ada di kantor kami. Pastinya saya siap memenuhi undangan itu,” kata Riyanto saat dihubungi Salam Papua melalui sambungan telepon selular. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar