Translate

Drs. Leonardus Kocu Gelar Reses, Jaring Banyak Aspirasi di Dapil III

Bagikan Bagikan
Drs. Leonardus Kocu (kelima dari kiri) foto bersama usai menggelar reses (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Anggota DPRD Mimika periode 2019-2024, Drs. Leonardus Kocu menggelar reses tahap II di daerah pemilihan (Dapil) III Distrik Wania, Rabu (17/11/2021).

Dalam sambutannya, Drs. Leonardus Kocu mengatakan bahwa masa reses tahap II yang dimulai tanggal 15 hingga 21 November ini untuk menjaring aspirasi masyarakat. Sebab, masyarakat berhak menyampaikan kepada anggota dewan terkait pembangunan yang harusnya dilakukan pemerintah demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Reses ini sifatnya diskusi. Sebagai anggota perwakilan masyarakat di DPRD akan mencatat semua aspirasi yang disampaikan. Selanjutnya aspirasi itu akan diserahkan kepada Pemerintah melalui paripurna sebagai bahan rencana pembangunan ke depannya. Reses ini merupakan agenda rutin sebelum masuk ke tahapan pembahasan APBD Induk,” kata Leonardus di Jalan Hasanuddin, Timika, Papua.

Pantauan Salam Papua, reses anggota dewan yang diusung dari partai Perindo ini dihadiri oleh banyak masyarakat, Ketua RT dan Lurah Inauga. Melalui reses ini pun ketua Fraksi Mimika Bangkit ini menjaring banyak aspirasi terkait pembangunan dari warga dapil III yang meliputi wilayah Hasanuddin, Inauga, kelurahan Wania, kelurahan Kamoro Jaya, wilayah SMPN 7 dan sekitarnya, kelurahan Wonosari Jaya, SP4 serta kelurahan Maokauw Jaya.

Ketua RT 27/ 13 Kelurahan Inauga, Pithein Jitmau menyampaikan bahwa di Inauga butuh lahan kosong guna membangun TPS, karena saat ini banyak masyarakat yang terpaksa menempatkan sampah di pinggiran jalan. Di wilayah Inauga sering terjadi banjir saat musim hujan, sehingga ada kali yang harus dibuatkan talud. Kali itu dari arah Kartini, Samratulangi, Hasanuddin tembus hingga SMP7 dan ke arah SP1.

Selain pembangunan talud kali, juga ada dua jembatan yang harusnya dibangun sebagai akses utama keluar dan masuk warga Inauga. Dua Jembatan itu sudah rusak parah sejak lama dan telah diperjuangkan melalui Musrenbang.

“Kali itu melintasi lingkungan masyarakat Inauga. Kalau saat hujan, air meluap ke mana-mana. Ada juga dua jembatan yang sudah rusak dan harus diperbaiki. Sebetulnya ada tiga jembatan, tapi yang satu sementara dikerjakan atas Pokir anggota dewan yaitu ibu Mery Pongutan,” katanya.

Ia pun mengaku bahwa untuk sebagian pembangunan infrastruktur di Inauga sudah bagus. Demikian juga, ia mengapresiasi terkait program strategis bagi kelompok tani yang dibentuk Drs. Leonardus Kocu. Diharapkan program strategis itu terus dikembangkan guna mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.

Beberapa poin usulan itu pun langsung ditanggapi Drs.Leonardus Kocu. Menurut dia, beberapa aspirasi yang disampaikan itu menjadi perhatian untuk didorong dalam pembahasan bersama OPD terkait di lingkup Pemkab Mimika.

“Jalan lorong di Inauga, banyak jalan yang belum tailing dan diaspal. Ada yang telah diaspal, tapi belum tailing. Ada juga yang sama sekali baru dibangun dengan material kasar. Itu yang akan menjadi perhatian kami di DPR. Jangan sampai yang di wilayah luar kota dibangun sedemikian rupa, akan tetapi dalam wilayah kota sangat prihatin. Yang diusulkan itu merupakan adalah masukan yang sangat baik,” tuturnya.

Diingatkan bahwa pembangunan fisik secara pasti akan dilakukan oleh pemerintah. Namun, yang menjadi masalah adalah terkait kesenjangan ekonomi, sehingga diperlukan adanya program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Hal itu juga menjadi konsep kami di DPR. Aspirasi itu akan terus kami perjuangkan pada saat pembahasan anggaran bersama pemerintah,” katanya.

Persediaan lahan kosong untuk TPS, harus didiskusikan bersama Lurah untuk kemudian dibuatkan usulan ke Pemkab. Untuk pembangunan dua jembatan ada yang masuk di perencanaan dinas terkait, dan ada juga melalui pokok pikiran (Pokir) dewan. Sedangkan untuk normalisasi sungai ini diharapkan bisa ada langkah dari Dinas PUPR untuk melakukan pembenahan sungai dengan baik agar tidak menimbulkan masalah, karena Timika ini berpotensi banjir.

“Usulan itu harusnya diprioritaskan oleh pemerintah. Tapi kita juga harus tahu bahwa pembangunan itu bertahap, karena tidak hanya fokus di satu kelurahan atau RT, tapi pembangunan itu merata secara menyeluruh. Itupun disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Warga Kamoro Jaya mengatakan, pengembangan bidang peternakan yang selama ini dilakukan Drs. Leonardus Kocu sangat membantu warga, sehingga  diharapkan agar program ini terus berlanjut.

Di Kamoro Jaya hingga saat ini hanya ada satu unit motor pengangkut sampah. Hal ini tentunya menjadi kendala dalam percepatan penanganan sampah. Sampai saat ini pun masyarakat Kamoro Jaya masih banyak yang membuang sampah di pinggiran jalan, karena tidak adanya lahan khusus untuk membangun sampah.

Soal pembangunan dalam kota banyak tempat yang sudah dibangun, tapi yang kami pertanyakan untuk kelurahan Kamoro jaya itu masalahnya di mana sehingga kurang diperhatikan.

“Kamoro jaya sangat memprihatinkan. Semoga dewan bisa mendorong aspirasi ini,” kata seorang warga Kamoro Jaya.

Menanggapi hal ini, Drs. Leonardus Kocu mengatakan, terkait sampah merupakan masalah serius, karena produksi sampah di Mimika tiap hari cukup besar yaitu kurang lebih mencapai 200 ton. Dengan demikian, usulan pengadaan motor sampah keliling akan diajukan ke Pemerintah, dalam hal ini dinas lingkungan hidup (DLH).

“Saya sangat setuju dengan yang disampaikan warga Kamoro Jaya. Saya pun lihat langsung di wilayah itu belum banyak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Jalan-jalan utamanya saja belum ada perhatian, apalagi di lorong-lorong,” kata Leo Kocu.

Sedangkan warga Kelurahan Inauga RT 13, Frengky Fonataba mengeluhkan soal polusi udara yang diakibatkan adanya kandang ternak milik warga yang tidak diatur dengan baik.

“Tetangga yang punya kandang ternak membuat polusi udara. Terutama di jalur kami sangat tersiksa  dan terganggu. Jadi kami mohon anggota dewan dan Pemerintah Kelurahan bisa datang langsung memberitahu kepada warga pemilik kandang,” ujar Frengky.

Keluhan ini juga ditanggapi langsung oleh Drs. Leonardus Kocu. Dijelaskan bahwa kesehatan lingkungan sangat penting dan keluhan itu akan dikoordinasikan ke DLH sebagai dinas yang mengatur persoalan lingkungan.

“Ini juga masalah besar yang harus serius ditangani. Kita sendiri juga tahu yang namanya pemukiman warga itu harusnya tidak boleh dekat dengan kandang ternak, karena berkaitan dengan polusi udara. Itu akan kami usulkan ke DLH supaya bisa diatur sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Dalam resesnya ini, Drs. Leonardus Kocu juga membagikan sembako kepada masyarakat sebagai konstituennya di Dapil III. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar