Translate

Gadis 19 Tahun Dianiaya dan Diperkosa OTK di Dekat Terminal Bandara Baru Timika

Bagikan Bagikan
(Foto:Ilustrasi)

SAPA (TIMIKA) - Seorang gadis berusia 19 tahun yang merupakan warga Jalan Baru gang Boulevard Timika terpaksa dilarikan ke RSMM lantaran dianiaya dan diduga diperkosa OTK di Jalan tembus Kwamki Narama tepatnya di dekat terminal baru bandara Mozes Kilangin saat malam hari, Sabtu (30/10/2021).

Kejadian ini dilaporkan ibu kandung dan kerabat korban ke Polsek Mimika Baru (Miru) tanggal 31 Oktober 2021.

Ibu kandung korban mengaku bahwa pada tanggal kejadian sekitar pukul 20.00 WIT, korban ditelepon seorang teman kuliahnya, sehingga korbanpun meminta izin kepada ibunya dan berangkat ke tempat tinggal temannya di jalan Pendidikan. Namun hingga pukul 21.00 WIT, korban tidak pulang, sehingga ibunya menelpon korban tapi korban menjawab bahwa dia akan bermalam di rumah temannya tersebut.

"Dia terima telepon dari teman kuliahnya dan diajak ke jalan pendidikan. Makanya dia minta izin dan dia lama sekali tidak pulang-pulang. Karena saya kuatir makanya saya telepon, tapi dia bilang dia mau bermalam di rumah temannya itu,"  kata ibunya saat melaporkan kejadian yang menimpa anak gadisnya ke Polsek Miru.

Sedangkan YN yang merupakan kerabat korban mengatakan bahwa sekitar pukul 06.30 WIT, korban pulang diantar oleh dua orang yang tidak dikenalnya menggunakan sepeda motor. Kondisi korban sangat prihatin.

"Dua orang itu sampaikan mereka temukan korban di jalan tembusan ke Kwamki Narama. Katanya dua orang itu kebetulan lewat saja di situ dan mendengarkan ada suara teriakan minta tolong, makanya mereka bantu," ujar YN.

Menurut YN, korban terpaksa dilarikan ke RSMM lantaran mengalami luka robek pada bagian kepala, hidung, bagian alat vital dan tidak sadarkan diri.

Kanit Reskrim Polsek Miru, Iptu Yusran menjelaskan bahwa kasus tersebut ditangani Satreskrim polres Mimika.

"Memang itu dilaporkan ke Polsek Miru tapi sudah diarahkan ke Polres, karena itu terkait kekerasan terhadap perempuan dan di Polres ada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (P2A)," katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar