Translate

Gery Okoare Polisikan 7 Orang Atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik

Bagikan Bagikan
Ketua Lemasko, Gery Okoare didampingi kuasa hukum, keluarga dan sejumlah masyarakat Kamoro foto bersama usai memberi keterangan kepada media di kantornya, di Jalan Budi Utomo, Timika, Papua (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Ketua Lembaga Masyarakat Suku Kamoro (Lemasko), Gregorius Okoare melaporkan tujuh orang ke Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Mimika atas tuduhan pencemaran nama baik pada Senin (8/11/2021).

Tujuh orang yang dilaporkan Gery Okoare, begitu sapaan akrabnya, adalah HA, FT, PY, YT, TA, YP dan SN yang telah melakukan aksi demo di Gedung DPRD Mimika pada 25 Oktober 2021 lalu.

Dalam demo tersebut, tujuh orang ini membuat pernyataan bahwa Gery Okoare sebagai terdakwa atas kasus besi tua dari PT Freeport Indonesia (PTFI).

Ia menegaskan, tujuh orang ini dalam demonstrasi tidak mewakili Lemasko karena mereka sudah diberhentikan pada Bulan Maret lalu sehingga tidak berhak bericara atas nama lembaga adat.

Menurut Gery, sebelumnya pada 21 Oktober 2021, HA sempat membuat permohonan untuk melakukan aksi demo di Mile 28 namun ditolak.

HA kemudian bersurat ke Polres Mimika pada tanggal 25 Oktober 2021 untuk melakukan demo damai di Kantor DPRD Mimika.

“Pernyataan-pernyataan langsung saat demo di depan Anggota DPRD, dia menyampaikan bahwa di situ saya terdakwa. Kapan saya didakwakan, kasusnya apa? Selama hidup ini saya tidak pernah naik di meja hijau dan orang putuskan saya sebagai tersangka atau mungkin yang lebih lagi terdakwa. Saya tidak pernah didakwakan, meja hijau mana di Timika, Jayapura, Jakarta? Dari situlah mulai dipublikasikan di media,” katanya kepada wartawan didampingi empat kuasa hukum di kantornya, di Jalan Budi Utomo, Timika, Papua, Senin (8/11/2021).

Ia menyayangkan dari aksi demo tersebut, ada sejumlah media yang membuat berita tanpa mengonfirmasi kepadanya sebagai pihak yang tertuduh, berkaitan dengan permasalahan pengelolaan besi tua dari PTFI yang masalahnya sudah sekitar 5 sampai 6 tahun lalu dan terdakwanya adalah orang lain.

“Kalau saya didakwa pasti saya ada juga suratnya,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini sudah termasuk dalam pencemaran nama baik karena dia merasa tidak pernah melakukan tindakan pelanggaran hukum.

“Saya merasa dirugikan dalam tulisan itu karena saya ditulis menjadi terdakwa, maka saya lakukan langkah hukum yaitu Hendrikus cs saya laporkan ke Polres Mimika. Saya sudah laporkan secara resmi hari ini di Reskrim (Polres Mimika),” ucap Gery.

Dalam laporan itu, Gery memberikan kuasa hukumnya kepada para pengacara dari Kantor Pengacara JLF milik Albert Bolang dan Eus Berkasa.

Ia juga sudah mengumpulkan bukti-bukti berupa surat yang dibuat oleh HA dan rekannya serta bukti lainnya. Ia menegaskan bahwa itu adalah fitnah.

Ia berharap Kapolres Mimika dan jajarannya dapat mengembangkan dan melakukan penyelidikan terkait permasalahan ini. 

“Ini namanya pencemaran nama baik. Saya mau masukan ke penjara semua sebagai hadiah tahun baru untuk orang-orang ini,” katanya.

Gery menambahkan meskipun nantinya ada permintaan maaf dari pihak-pihak yang dilaporkan proses hukum akan terus berlangsung agar ada efek jera.

“Minta maaf boleh, saya maafkan, tapi proses hukum tetap lanjut,” tegas Gery.

Kuasa Hukum dari Kantor JLF milik Albert Bolang, Demsi, SH mengungkapkan bahwa kliennya tidak pernah menjadi terdakwa atas kasus apapun. Untuk itu pihaknya sudah membuat laporan kepada pihak berwenang.

“Sesuai LP/b/621/11/2021/SPKT/polresmimika kami telah melakukan laporan polisi, kami menunggu tindak lanjut dari kepolisian,” kata Demsi.

Sementara Wakil Ketua Lemasko, Benediktus Iripiaru menyampaikan kekecewaannya terhadap HA dan rekannya yang telah membuat pernyataan yang adalah pencemaran nama baik terhadap Gery Okoare. 

Menurutnya, menjadi terdakwa berarti seseorang telah membuat pelanggaran hukum dan telah diproses oleh pengadilan.

“Sementara Pak Gery tidak pernah, ini pencemaran nama baik, sehingga kami lembaga adat mendukung langkah yang dilakukan Pak Gery yang melapor dan memberikan tindakan hukum kepada mereka yang melakukan tuduhan yang tidak mendasar,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Adat Lemasko, Siprianus Operawiri bahwa Gerry tidak pernah menjadi terdakwa.

“Kami masyarakat Kamoro tidak pernah dengar bahwa Pak Gery masuk atau sidang dalam hal apapun, menyangkut masalah pribadi atau masalah apapun kami tidak pernah dengar,” katanya. 

Perwakilan dari pihak keluarga, Abnes Wabiser mengaku dirugikan atas hal ini karena sudah terjadi pencemaran nama baik terhadap anggota keluarganya Gery Okoare.

“Gery Okoare di Timika ini belum pernah membuat sesuatu hal yang melanggar hukum sehingga semua keluarga meminta pengacara untuk bisa mengurus masalah ini dengan baik dan kami keluarga juga akan terus mengawasi,” tuturnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar