Translate

Gubernur Papua Buka Konferensi Sinode Gereja Kingmi ke XI di Mimika

Bagikan Bagikan
Gubernur Papua Lukas Enembe menabuh tifa bersama beberapa pimpinan daerah sebagai tanda dibuka secara resmi Konferensi Sinode Gereja Kingmi ke XI di Tanah Papua (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi Istri tercinta hadir secara langsung dan membuka Konferensi Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) ke XI di Tanah Papua yang dilaksanakan di Gereja Kingmi Marthen Luther Mike 32 Timika, Senin (1/11/2021).

Gubernur Papua dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para panitia dan semua pihak yang dengan hati mendukung pelaksanaan Konferensi Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua.

Gubernur berharap adanya dukungan dari semua jemaat gereja Kingmi di tanah Papua agar pelaksanaan konferensi Gereja Kingmi dapat berjalan dengan baik sehingga bisa melanjutkan misi-misi gereja  menuju 100 tahun ke depan.

"Melalui Konferensi ini kita bangkit bergerak dan berakar menuju 100 tahun Gereja kingmi di Tanah Papua," ungkapnya.

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Urusan Agama Kristen, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Kementerian Agama RI, Jannus Pangaribuan, SH, MM dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Gereja menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dalam mengimplementasikan pembangunan dalam semua aspek.

"Pemberitaan Injil dalam misi kemanusiaan merupakan esensi dalam rangka membangun dan meningkatkan keimanan," kata Jannus.

Di tengah dinamika peradaban membuat pelayanan gereja juga dituntut mengikuti perkembangan zaman.

Gereja menjadi transformasi yang komprehensif, realities dan positif, karena Gereja menjadi ujung tombak dalam merubah setiap jemaat yang lebih baik.

"Dengan adanya Konferensi Sinode Gereja Kingmi ke XI membuat gereja Kingmi di Papua semakin komprehensif dalam pembangunan kemanusiaan, pembangunan iman sekaligus dapat mencerminkan nilai positif," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng juga berharap Konferensi Sinode Gereja Kingmi di tanah Papua yang di gelar di Gereja Kingmi Marthen Luther Mile 32 Timika dapat menghasilkan program-progam yang dapat membawa gereja Kingmi di Tanah Papua ke arah yang lebih maju.

Ia sebut Konferensi Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua dapat memberikan kedamaian di  tanah Papua.

Ia juga berharap momen ini dapat dimanfaatkan para generasi penerus untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dan mengambil peran penting bagi kemuliaan Tuhan.

Pada kesempatan yang sama, ketua Panitia Konferensi Gereja Kingmi keXI di Tanah Papua, Wellem Wandik mengatakan Konferensi Sinode Gereja Kingmi di Papua bisa berjalan di tengah pandemi Covid-19 itu atas rencana Tuhan yang begitu luar biasa.

Konferensi Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua dilaksanakan mulai tanggal 1 November hingga 6 November 2021.

Bupati Kabupaten Puncak itu juga mengapresiasi Bupati Mimika Eltinus Omaleng yang telah memberikan sumbangsih yang luar biasa terhadap pelaksanaan konferensi Sinode Gereja Kingmi keXI di tanah Papua, juga membuka diri untuk menjadi tuan rumah yang baik dalam konferensi kali ini.

Konferensi Sinode Gereja Kingmi ke-XI dengan tema "Berubah Untuk Menjadi Kuat" tersebut untuk mencari ketua Sinode Gereja Kingmi yang baru menggantikan Ketua Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua, Pdt. Benny Giay.

Pdt. Beny Giay merupakan Ketua Sinode KINGMI yang ke-10. Adapun Ketua Sinode KINGMI pertama adalah Pdt Christian David Paksoal yang menjabat pada Tahun 1962-1972. Kemudian dilanjutkan Pdt B Sumilat pada Tahun 1972-1977. Pada periode Tahun 1977-1986, Sinode KINGMI dipimpin Pdt Yosia Tebay. Kemudian dilanjutkan oleh Pdt Ruben Magai namun hanya memangku jabatan kurang dari satu periode tepatnya sekitar dua tahun pada 1986-1988. Penggantinya, Pdt Yusuf Pekey bahkan menjabat kurang dari enam bulan untuk mengisi jabatan transisi.

Masih dalam masa transisi setelah adanya dinamika organisasi, Pdt Obeth Komba, Sm.Th mengisi jabatan Ketua Sinode dari Tahun 1988-1992. Setelah itu dilakukan pemilihan dalam Konferensi dan menetapkan Pdt John Gobay, STh sebagai ketua selama dua periode mulai Tahun 1992-2002.

Kepemimpinan Sinode KINGMI terus mengalami pergantian setiap periodenya. Pdt Geradus Adii, M.Div juga pernah menjabat namun hanya dua tahun (2002-2004) karena meninggal dunia. Kepemimpinannya dilanjutkan Pdt Sebulum Karubaba, MA untuk mengisi posisi yang lowong dari Tahun 2004-2006. Pdt Sebulum Karubaba terus melanjutkan kepemimpinan dan menjadi Ketua Sinode pertama setelah amandemen anggaran dasar KINGMI. Ia menjabat dari Tahun 2006-2010.

Kemudian dalam Konferensi Sinode X , Pdt DR Benny Giay terpilih dan diberi kepercayaan menahkodai Sinode KINGMI selama dua periode mulai 2010-2021. Dalam Konferensi XI Tahun 2021 ini, akan kembali dilakukan pemilihan Ketua Sinode KINGMI yang baru menggantikan Pdt Benny yang tidak bisa lagi menjabat karena sudah genap dua periode. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar