Translate

Ngeri... Bocah 12 Tahun di Sekolah Taruna Papua Timika Dicabuli Security

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) - Ngeri.. seorang bocah laki-laki (12) berinisial SK di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), SP4 Timika menjadi korban pencabulan (sodomi) oleh seorang security berinisial RM.

Peristiwa ini dilaporkan ke Satreskrim Polres Mimika tanggal 3 September 2021 lalu. Sejak saat itu pun security tersebut telah diringkus dan diamankan di rutan Polres Mimika di Mile 32.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar mengatakan, yang dilakukan pelaku ke korban bukan lagi berupa pelecehan tetapi pencabulan yaitu dengan cara disodomi. 

Hal inipun terbukti dengan hasil visum yaitu adanya tanda-tanda luka di bagian anus korban. Kasus tersebut telah masuk tahap I dan menunggu P21 serta dilanjutkan ke tahap II untuk pelimpahan barang bukti dan tersangka kepada penyidik kejaksaan.

"Itu ada laporan dari salah satu murid Taruna Papua yang menjadi korban. Proses penyidikan jalan. Kita sudah limpahkan berkas tahap I ke Kejaksaan, berarti tinggal menunggu untuk P21 agar dilanjutkan ke tahap II. Pelaku sudah diamankan di Rutan Polres," ungkap Iptu Bertu saat ditemui Salam Papua di Polres mile 32, Selasa (2/11/2021).

Untuk mengetahui pasal yang dijatuhkan bagi tersangka pelaku, menunggu P21. Untuk sementara korban pencabulan hanya ada satu orang, karena hanya satu orang yang berani melaporkannnya.

Diharapkan, jika ada murid lainnya yang mengalami hal yang sama, maka silahkan melapor ke Satreskrim Polres Mimika agar bisa dimintai keterangan, lengkapi saksi-saksi, pemenuhan alat bukti dan selanjutnya bisa proses.

"Sampai sekarang hanya satu orang yang melapor. Kalau terkait dengan kasus pencabulan atau kekerasan terhadap ibu dan anak, harus ada pelapornya. Korban disodomi. Berarti bukan lagi pelecehan, tapi pencabulan. Korban itu anak di bawah umur," katanya.

Menanggapi hal ini, ketika dikonfirmasi via telepon, Kepala SATP Mimika, Johana mengaku bahwa untuk kasus tersebut ada tim khusus yang menanganinya termasuk Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

"Itu ada tim Pak. Langsung ke YPMAK saja Pak. Menyangkut hal itu dengan YPMAK saja," jawabnya singkat. 

Salam Papua pun sementara berusaha mengonfirmasi hal ini ke pihak YPMAK. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar