Translate

Pemprov Papua Segera Tetapkan Besaran UMP 2022

Bagikan Bagikan

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Omah Laduani Ladamay. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua segera menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Omah Laduani Ladamay di Jayapura, Rabu, mengatakan rencananya UMP Bumi Cenderawasih akan diumumkan setelah Dewan Pengupahan setempat menggelar sidang. 

"Masih ada sidang satu kali lagi, di mana sidang Dewan Pengupahan dilaksanakan Jumat (19/11), setelah itu baru diumumkan," katanya. 

Menurut Laduani, penetapan UMP 2022 Papua akan melibatkan banyak pihak di antaranya Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Badan Pusat Statistik (BPS), Universitas Cenderawasih dan lainnya. 

"Penentuan UMP ini ada formulanya, jadi di dalam sidang nanti akan dibahas bersama, termasuk data-data pendukung lainnya, seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi," ujarnya. 

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan telah memutuskan bahwa kenaikan upah minimum pada 2021, baik upah minimum provinsi (UMP) maupun upah minimum kabupaten/kota (UMK), ditiadakan. 

Ketetapan tersebut telah tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). 

Sehingga sesuai surat edaran tersebut, alasan utama pemerintah tidak menaikkan upah minimum 2021 karena kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih dalam pemulihan. 

Meskipun tidak ada kenaikan pada 2021, sejumlah provinsi masih mencatatkan upah minimum yang cukup besar, salah satunya DKI Jakarta yang mencapai Rp4.416.186 dan Papua sebesar Rp3.516.700. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar