Translate

Rayakan 58 Tahun Injil Masuk Suku Nduga, Jemaat Diajak Hidup dalam Keharmonisan

Bagikan Bagikan
Hamba-hamba Tuhan  bersama-sama memotong kue ulang tahun ke-58 Injil masuk Suku Nduga di Gereja GKII Jemaat Anthiokia, SP1, Sabtu (30/10/2021) (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Jemaat Gereja Kemah Injil di Indonesia dari Suku Nduga di Mimika, Papua, merayakan peringatan 58 tahun Injil masuk di Suku Nduga.

Perayaan itu mengusung tema “Injil adalah Kekuatan Allah yang menyelamatkan umat-Nya (Roma 1:16)” dan sub tema “Melalui HUT Injil masuk Suku Nduga yang ke-58 ini marilah kita semangat memberitakan Injil dan mendoakan masyarakat pengungsi Nduga”.

Kegiatan yang dilaksanakan di GKII Jemaat Anthiokia SP1, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Sabtu (30/10/2021), diikuti ratusan jemaat dari Jemaat Sion di Jalan Gaharu, Jemaat Maranatha di Jita, Jemaat Anthiokia, Jemaat Efesus di Kilo 11 jalur 2, Jemaat Sinai di Kilo 11 jalur 3, Jemaat Pniel di SP3, Jemaat Getsemani di Mandiri Jaya, Jemaat Sardis di Kilo 11, Jalan Poros Mapuru Jaya, Jemaat Yawenisi di Poumako dan Jemaat Bethesda di Irigasi.

Perayaan diawali dengan ibadah dalam gedung gereja yang dimeriahkan dengan pujian kesaksian dari setiap jemaat.

Hamba Tuhan Ev. Boy Lokbere, S.Th dalam renungan firman Tuhan yang disampaikan mengatakan bahwa jemaat GKII harus bangga terlahir dalam generasi Injil, karena Injil merupakan kekuatan Allah dan satu-satunya menjadi sumber pengharapan dan kekuatan manusia.

“Orang Nduga bisa jadi orang sukses, bisa berhasil karena Injil yang merupakan kekuatan Allah. Jangan mengandalkan kekuatan lain, tapi andalkan Allah, andalkan Yesus pasti kita diberkati,” ujarnya. 

Pada kesempatan itu, Boy Lokbere juga berdoa agar masyarakat Nduga diberkati, dipulihan dan selalu hidup dalam Kristus.

“Kami percaya Ndugama akan dipulihkan, Suku Nduga akan diberkati dan kami percaya Suku Nduga tidak akan dihapus di muka bumi ini,” ujarnya.

Setelah ibadah dilakukan pemotongan kue ulang tahun kemudian dilanjutkan dengan drama Injil Masuk Suku Nduga oleh jemaat, dan acara makan siang bersama yang makanannya dimasak dengan cara bakar batu.

Ketua Panitia peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-58 Injil masuk di Suku Nduga, Saulus Pokniangge mengatakan, ibadah memperingati 58 tahun Injil masuk Suku Nduga untuk mempersatukan masyarakat Suku Nduga di Timika. 

Karena akhir-akhir ini ada perang saudara sesama Suku Nduga yang terjadi di kilo 11. Hal ini membuat persatuan dan kesatuan terkoyak sehingga hamba-hamba Tuhan dan tokoh-tokoh masyarakat Nduga ingin merajut kembali keharmonisan.

“Kita sudah terima Injil puluhan tahun sudah lebih dari setengah abad ini tapi masih hidup dalam peperangan itu kurang bagus. Sehingga perayaan ini diadakan untuk merajut kembali nilai-nilai kebersamaan, persatuan dan kesatuan dibangun kembali, itu tujuannya,” ujar Saulus.

Ia berharap dengan perayaan ini ke ke depannya tidak ada lagi saling bermusuhan dan pertikaian, yang ada hanya rasa persaudaraan, bergandengan tangan untuk hidup yang berkualitas berguna untuk keluarga, gereja dan berperan dalam pembangunan di Mimika.

“Mari kita semua masyarakat Nduga di Mimika ini bersatu, bergandeng tangan ikut membangun Kabupaten Mimika, semuanya itu untuk kemuliaan Nama Tuhan,” pesan Saulus. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar