Translate

Risma Sebut Perlu Kerja Keras Antisipasi Genangan di Kabupaten Asmat

Bagikan Bagikan

Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam kunjungan kerja di Kampung Erosaman, Distrik Der Komour, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (11/11/2021). (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Menteri Sosial Tri Rismaharini menyebut perlu kerja keras dalam mengantisipasi potensi genangan yang terjadi di sejumlah daratan Kabupaten Asmat, Papua yang cukup rendah yakni sekitar 2-3 meter di atas permukaan air laut. 

Sebab menurut informasi seorang tokoh masyarakat, Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito, bila air laut naik di atas itu, kawasan ini rawan tergenang air. 

"Saya yakin bisa diatasi, tapi membutuhkan kerja keras,” kata Risma dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Kamis. 

Kehadiran Risma di Bumi Cenderawasih untuk memperkuat dan mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan dasar, layanan sosial dasar dan penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat. 

Risma menggelar pertemuan terbatas, dengan topik secara umum tentang berbagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya di Kampung Erosaman, Distrik Der Komour, Kabupaten Asmat. 

Didampingi Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto, Risma meninjau pembangunan "community center" yang akan menjadi pusat aktivitas sosial ekonomi masyarakat setempat. 

Dalam kesempatan tersebut, Kemensos secara total menyalurkan bantuan senilai Rp3,7 miliar untuk masyarakat rentan dan warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Asmat. Bantuan meliputi bantuan sosial (bansos). 

Pemberdayaan KAT tahun ke II berupa jaminan hidup bagi 45 KK selama 6 bulan, balai "community center" berikut perlengkapan, sarana air bersih, stimulan usaha ayam petelur, baju layak pakai untuk 100 KK dan makanan tambahan bagi 100 anak. 

Kemensos juga menyalurkan bantuan bagi Keuskupan Agats yaitu 5 unit kios dan isinya berupa sembako berikut dengan distribusi barang, genset magnetik dan komputer bagi masing-masing kios di 5 lokasi. Bantuan juga dalam bentuk 10 unit peternakan ayam petelur, 3 unit perahu "longboat" dan honorarium bagi 6 orang pendamping lokal selama 3 tahun. 

Kemudian digulirkan bantuan penanganan kemiskinan ekstrem bagi 23 kelompok KAT berupa pertanian sayur dan tanaman hidroponik. Program pemberdayaan sosial dilakukan dengan melibatkan partisipasi lintas sektor, juga diserahkan bantuan berupa buku-buku, krayon dan globe bekerjasama dengan pihak PT Gramedia Asri Media untuk melengkapi perpustakaan di "community center." 

Melalui program penguatan sosial ekonomi dan pemberdayaan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kemandirian masyarakat di Kabupaten Asmat serta mendorong pemulihan kondisi akibat pandemi COVID-19. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar