Translate

Sembilan Orang Ditetapkan Tersangka Pertikaian di Jayanti Timika

Bagikan Bagikan

Situasi saat terjadi pertikaian di Jayanti tanggal 20 November 2021 (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Polres Mimika membekuk 28 terduga pelaku pertikaian yang berujung pengerusakan kios, bengkel, rumah makan dan dua petakan di depan lapangan Jayanti, Kelurahan Sempan Timika, tanggal 20 November 2021 lalu.

Kabag Ops Polres Mimika, AKP Dionisius VDP Helan,S.I.K mengatakan bahwa sembilan dari  28 orang yang diamankan di sel Polsek Mimika Baru (Miru) tersebut, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun yang lainnya akan terus diburu karena nama-namanya telah dikantongi Polisi.

Menurut dia, Kapolres Mimika, AKBP I G.G Era Adhinata sangat menyayangkan terjadinya bentrokan ini, dimana saat ini masih ada beberapa kelompok di Mimika yang masih saling menyerang. Kelakuan kelompok-kelompok itu tentunya sangat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

Melihat situasi di lapangan, perbuatan sekelompok orang ini tergolong di luar batas dan sangat mengganggu Kamtibmas. Dengan demikian, semua pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku agar masyarakat tahu dan patuh bahwa kita hidup di negara hukum.

“Kasus ini bukan yang pertama kali, tapi sudah terjadi berulang-ulang. Makanya harus ada tindakan tegas. Ini oknum-oknum dari kelompok yang sama dan sering melakukan hal yang sama. Kasus ini ditangani oleh Satreskrim Polres Mimika serta telah ada sembilan orang yang dinaikan statusnya jadi tersangka dan selebihnya adalah wajib lapor. Masih ada beberapa nama yang kami cari,” katanya, Senin (22/11/2021).

Dia mengungkapkan, catatan bagi para pelaku ialah, Polisi tetap mencari dan menangkap serta proses hukumnya tetap berlaku tanpa adanya mediasi. Aksi pengerusakan tempat usaha di Jayanti saat siang hari tanggal 20 November tersebut masih merupakan rangkaian atas bentrokan yang terjadi saat malam hari di tanggal 19 November 2021.

“Mereka-mereka ini sudah sering melakukan hal ini. Proses mediasi itu kita kesampingkan dan hukumnya tetap berjalan,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Harydika Eka Anwar membenarkan hal tersebut bahwa telah ada sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Iptu Bertu menjelaskan, pertikaian itu terjadi antar masyarakat yang satu suku. Bermula dari aksi seorang warga berinisial E melakukan pemalangan jalan di dekat jalan Jayanti setelah rumah seorang warga dilempari sekelompok orang tanggal 19 November saat malam hari. Tidak hanya palang jalan, E juga menyerang rumah seorang ibu guru.

Atas aksi itu, di tanggal 20 November 2021 terjadilah pembalasan dengan melakukan pengerusakan beberapa tempat usaha yaitu bengkel, kios dan rumah makan.

“Tim kami langsung datang ke TKP setelah kami terima laporan kejadian itu dan melakukan penyisiran ke masing-masing kelompok. Alhasil kita amankan sebanyak 28 orang. Dari satu kelompok ada 10 orang dan satu kelompoknya lagi ada 18 orang. Jadi ada 28 orang yang langsung tim kami amankan di hari itu,” katanya.

Usai 28 orang diamankan, kemudian dilakukan penyelidikan demi penyelidikan, sehingga penyidik menetapkan sembilan orang sebagai tersangka, yang mana satu tersangka berinisial E dengan dasar penganiayaan dan LP dibuat di Polsek Miru. Sedangkan delapan tersangka lainnya merupakan pelaku pengerusakan terhadap kios, bengkel dan rumah makan. Delapan orang ini terbukti melakukan pengerusakan menggunakan tangan kosong dan menggunakan senjata tajam (Sajam) berupa panah wayer, patang dan parang.

“Mereka ada delapan orang yang merusak pintu, kaca etalase, kulkas dan yang lainnya di dalam kios, bengkel dan rumah makan. Satu orang berinisial E itu karena melakukan penganiayaan terhadap H yang juga sebagai tersangka pengerusakan kios, rumah makan dan bengkel,” tuturnya.

Adapun pengerusakan yang dilakukan pada malam hari tanggal 19 November dilakukan oleh kelompok tersangka E dan nama-nama pelaku telah dikantongi Polisi.

“Itu sebetulnya karena masalah pribadi yang kemudian terbawa-bawa dalam masing-masing kelompok mereka. Intinya mereka itu satu suku. Kita tindak tegas untuk persoalan ini,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar