Translate

Seorang Pria di Kilo 11 Timika Meninggal Dunia Dianiaya Adik Kandung

Bagikan Bagikan
Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Diduga adanya masalah keluarga, seorang pria berinisial DN yang merupakan warga Kilo 11 meninggal dunia di RSUD Mimika sekitar pukul 08.00 WIT, Jumat (5/11/2021), setelah sebelumnya pada tanggal 3 November 2021 dianiaya Adik kandungnya berinisial RM menggunakan parang.

“Korban dirawat dua hari di RSUD, tapi sekitar pukul 08.00 WIT tadi (hari ini, Red), korban diinformasikan telah meninggal dunia. Itu penganiayaan berat. Pelaku yang merupakan saudara kandung dari korban saat ini telah diamankan di Rutan Polres 32 dan ditetapkan sebagai tersangka. Barang bukti yang diamankan berupa parang dengan panjang kurang lebih 80 cm dan juga berupa baju tersangka yang dipakai saat kejadian,” kata Kasatreskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar, Jumat (5/11/2021).

Menurut dia, penganiayaan terjadi di kampung Kadun Jaya, jalur 01, RT 03 Kilo 11.  Akibatnya korban mengalami luka sabetan parang pada leher bagian belakang hingga ke punggung atas bagian kanan. Saat dibawa ke RSUD, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Penganiayaan berat ini dipicu masalah keluarga. Kami pun bersama Kapolsek Mimika Timur sudah mengamankan pelaku dan mengambil keterangan dari saksi-saksi. Kepala suku setempat telah kami hubungi agar berkoordinasi bersama keluarga supaya segera mengambil jenazah di RSUD dan dimakamkan.

“Sementara belum dilakukan olah TKP, karena kita sudah dapat gambaran dari keterangan saksi-saksi. Jadi sudah cukup. Apalagi di lokasi kejadian sementara situasi duka, tapi kalau memang dibutuhkan untuk olah TKP, maka tetap akan kita lakukan,” tuturnya.

Meski masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan, akan tetapi dari Satreskrim Polres Mimika tetap memproses sesuai prosedur yang ada. Mengingat hal ini berkaitan dengan pasal 351 ayat 3 terkait penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia, maka pelaku terancam hukuman minimal selama 7 tahun.

“Ini berkaitan dengan hukum positif. Kalau hukum adatnya silahkan diproses bersama kepala suku yang mengambil bagian, tapi untuk hukum positif tetap dilakukan sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya. (Acik)


Catatan Redaksi:
Berita ini kami ralat dari berita sebelumnya pada tanggal 5 November 2021 dengan Judul "Seorang Pria di Kilo 11 Timika Meninggal Dunia Dianiaya Kakak Kandung", sebab fakta sebenarnya adalah Pria yang dimaksud meninggal dunia karena dianiaya Adik kandungnya. Redaksi memohon maaf atas kekeliruan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar