Translate

Tahun 2021 Stasiun Karantina Timika Musnahkan Empat Ekor Unggas dan Tolak 3,2 Ton Daging Rusa

Bagikan Bagikan
Pelaksana Fungsi Pelayanan Operasional Stasiun Pertanian Kelas 1 Timika, Dokter Hewan Amirullah (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Dalam tahun 2021 ini sejak Januari hingga November, Stasiun Karantina Kelas 1 Timika telah memusnahkan empat ekor unggas dan menolak masuknya 3,2 ton daging rusa.

Begitu ungkapan Kepala Stasiun Pertanian Kelas 1 Timika, melalui Pelaksana Fungsi Pelayanan Operasional, Dokter Hewan Amirullah, saat ditemui Salam Papua di kantornya, di Kilo 8, Jalan Poros Mapurujaya, Mimika, Papua, Selasa (9/11/2021).

Empat ekor unggas yang ia maksudkan adalah satu ekor burung dan tiga ekor ayam Filipina yang ditemukan saat operasi patuh di area Pelabuhan Poumako.

“Jadi waktu kita operasi patuh bersama TNI-Polri, kita temukan satu burung dan tiga ekor ayam yang hidup di kapal penumpang. Mereka mau bawa keluar kapal tapi karena tidak ada dokumennya kita amankan dulu untuk kita minta pertanggungjawabannya,” terangnya.

Ia mengatakan, menurut pengakuan pemiliknya, ayam dan burung tersebut akan diperjualbelikan.

Setelah diamankan sampai pada batas waktu yang ditentukan, pemilik tidak datang dan tidak ada pertanggungjawaban sehingga ayam dan burung itu dimusnahkan.

“Kita musnahkan dengan cara disembelih, kemudian dibakar lalu dikubur,” katanya.

Selain itu, pada tahun ini juga pihaknya menolak masuknya 3,2 ton daging rusa dari Kabupaten Fak-Fak karena tidak memiliki dokumen yang wajib ada.

“Karena orang yang bawa daging rusa ini tidak memiliki dokumen dari BKSDA, kehutanan dan dari karatina. Dia mau kita tolak kembali ke Fak-Fak jadi kami tidak melakukan pemusnahan,” katanya.

Ia mengatakan, sejak 2020 dan 2021 kegiatan pemusnahan sudah sangat jarang dilakukan dibandingkan tahun 2019 lalu. Hal ini karena sosialisasi gencar dilakukan pihak karantina sehingga kesadaran masyarakat semakin tinggi.

Ia menambahkan, selama ini ketika pihaknya mengamankan daging, hewan, tanaman atau hasil pertanian, tidak pernah ada perlawanan dari pemilik karena dikawal oleh aparat keamanan.

“Kami ada MoU dengan aparat keamanan. Jadi kalau ada operasi selalu berjalan aman,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar