Translate

Thobias Maturbongs: Warga Mimika Barat dan Barat Jauh Minta Dibangunkan Rumah Sehat

Bagikan Bagikan
Thobisa Maturbongs saat mendengarkan aspirasi masyarakat Ararau Distrik Mimika Barat Jauh (atas) dan saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kiura Distrik Mimika Barat (bawah) (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Anggota Komisi A DPRD Mimika, Thobias Maturbongs menggelar reses tahap II tahun 2021 di daerah pemilihan (Dapil) VI yaitu di kampung Atapo dan Kiura Distrik Mimika Barat serta kampung Ararau Distrik Mimika Barat Jauh, tanggal 18 hingga 19 November 2021 lalu.

Dalam kunjungannya tersebut, masyarakat setempat meminta dibangunkan rumah sehat yang terbuat dari bahan beton serta dilengkapi dengan kamar mandi dan WC dalam. Sebab, bangunan rumah yang terbuat dari bahan kayu yang saat ini ditempati telah lapuk.

“Memang banyak keluhan mereka, tapi rata-rata yang mengaku paling penting adalah soal rumah. Mereka mau dibangunkan rumah sehat yang ada kamar mandi dan WC di dalam. Begitu juga di kampung Ararau Mimika Barat Jauh, mereka mengusulkan rumah juga,” katanya kepada Salam Papua, Selasa (23/11/2021).

Sementara warga di Kokonao mengeluhkan soal jalan, dimana jalan yang dibangun dengan paving blok saat ini telah hancur dan perlu dibangun baru.

Salah satu usulan yang berbeda menurut dia, warga di Kampung Ararau Mimika Barat Jauh, menginginkan adanya pemekaran kampung baru. Menurut warga di sana, SK untuk pemekaran itu telah ada sejak lama, tetapi belum ditindaklanjuti hingga saat ini.

Lokasi untuk kampung baru tersebut juga telah disiapkan oleh masyarakat. Bahkan warga dari satu RT telah dipindahkan di lokasi itu dengan bangunan rumah yang sifatnya sementara sebagai tanda bahwa pemekaran bisa dilakukan.

“Saya akan segera koordinasi ke Dinas Pemberdayaan masyarakat kampung untuk usulan pemekaran kampung itu, karena ternyata sudah ada SKnya. Mungkin saja itu tertunda karena adanya covid-19,” tuturnya.

Menjawab usulan warga tiga kampung tersebut, Thobias memberikan pemahaman bahwa membangun rumah dari bahan beton di wilayah pesisir pantai bukan hal yang mudah mengingat biaya transportasi dan bahan bangunannya yang mahal. Dengan demikian, pembangunannya dilakukan secara bertahap di setiap kampung yang juga dengan jumlah KK yang akan ditentukan pemerintah.

“Saya beri mereka pemahaman, karena tidak mungkin bisa dibangun sekaligus untuk lebih dari satu KK dalam setiap kampung. Saya sampaikan bahwa harga bahan bangunan itu mahal, biaya transportasi dan yang lainnya juga mahal. Akhirnya mereka setuju supaya nantinya dibangun pertahap,” ungkapnya.

Adapun di kampung Timika Pantai yang saat ini sementara membangun empat unit rumah warga yang diusulkan melalui Pokirnya selaku anggota dewan yang direncanakan tahun 2020 dan dianggarkan tahun 2021. Itupun, pembangunannya melalui perhitungan yang sangat rumit, mengingat harus menentukan siapa yang harus dibangunkan terlebih dahulu.

“Empat unit  dibangun di Timika Pantai itu sudah mau selesai dibangun dan itu merupakan Pokir saya. Saya serahkan ke Kepala Kampung yang tentukan siapa-siapa yang harus dibangunkan rumah itu. Itupun dirembuk lama, sampai akhirnya warga paham dan setuju,” katanya.

Disampaikan bahwa sebenarnya sangat banyak kampung di Dapil VI yang harus dikunjungi, tapi semua terkendala dengan Ketersediaan anggaran. Dapil VI meliputi wilayah Distrik Mimika Timur, Mimika Barat, Mimika Timur Jauh, Distrik Mimika Tengah dan wilayah Timur lainnya.

“Kampung-kampung di Dapil VI sangat jauh. Jadi karena kondisi itu, saya hanya bisa reses di tiga kampung saja, tapi puji Tuhan mereka sangat senang dengan kedatangan saya,” pungkasnya.

Dalam reses ini, selain menjaring aspirasi masyarakat tiga kampung di dua Distrik, Thobias juga membagikan paket sembako kepada setiap warga yang hadir. Ada juga bantuan berupa bola voli, net dan gitar kepada pemuda di tiga kampung tersebut sebagai wujud dukungan di bidang olahraga dan seni musik bagi anak-anak muda.

“Mereka sangat antusias dengan kedatangan saya. Saya serahkan bola voli dan gitar itu menjadikan mereka sangat bahagia. Memang anak-anak muda di wilayah pesisir itu hobinya main voli dan jago main gitar,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar