Translate

Truk dan Pickup Belum Dibayar Panitia Konferensi Kingmi, Sopir Palang Jalan

Bagikan Bagikan

 

Situasi saat terjadi pemalangan jalan (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Sejumlah warga yang merupakan pengemudi Truk dan Pickup di Timika lakukan aksi palang jalang lantaran jasa mereka belum dibayar selama pelaksanaan Konferensi Sinode XI gereja Kingmi se-Tanah Papua 2021.

“Acara sudah bubar, kenapa kami belum dibayar? Kalau memang waktu bayar belum jelas, kami minta ada perwakilan panitia yang beri kejelasan. Kami juga butuh uang, sehingga kami minta cepat dibayar,” ungkap salah seorang sopir yang ikut dalam aksi palang jalan di depan sekretariat Kepanitiaan Konferensi Kingmi di jalan Cendrawasih Timika, Rabu (10/11/2021).

Selain sopir truk dan pick up, ada juga warga yang ikut menuntut terkait bayaran babi.

Pantauan Salam Papua, jalan dipalang dengan cara memarkirkan truk dan pickup di tengah jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas dari arah SP2 ke Timika menjadi terhambat selama kurang lebih 30 menit.

Aksi ini pun berhasil dibubarkan aparat kepolisian Polres Mimika. Pihak kepolisian langsung mempertemukan perwakilan panitia konferensi sinode XI Kingmi di TKP.

Ketua I Panitia Konferensi Sinode XI Kingmi, Pdt Menas Mayau mengatakan bahwa pembayaran untuk pemakaian jasa transportasi berupa truk dan pickup tersebut tetap dilakukan panitia. Sebab, semua truk, pickup dan termasuk mobil lainnya telah masuk dalam daftar kepanitiaan, dimana panitia mendata melalui no plat dan nama pengemudi.

Menurut dia, konferensi ini merupakan hajatan besar di tanah Papua, sehingga banyak bidang dalam kepanitiaan, maka pembayaran jasa yang dipakai dilakukan pertahap. 

Khusus untuk jasa transportasi, ada yang dibayar dengan jumlah hari pelayanan dan ada pula yang memang dikontrak selama konferensi berlangsung mulai tanggal 1-6 November.

Demikian juga untuk pembayaran bagi warga pemilik babi. Diharapkan agar para sopir bersabar dan menunggu proses yang dilakukan panitia.

“Kami tetap bayar. Hanya saja kami belum dapat pastikan kapan tanggalnya untuk kami bayar. Ini persoalan uang, makanya kami harus berhati-hati dan pembayaran pertahap ke setiap bidang. Sekarang kami sementara proses untuk pembayaran kontingen yang jauh seperti yang dari Papua Barat dan yang lainnya,” kata Menas. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar