Translate

Wapres: Jika Ada Penyusupan, Bukan Rumahnya yang Dibakar

Bagikan Bagikan

Wakil Presiden, sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin memberikan pernyataan pers di kediaman resmi wapres, di Jakarta, Selasa (23/11/2021). (Foto-Antara)

SAPA (JAKARTA)
- Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menanggapi keinginan kelompok tertentu yang menghendaki Majelis Ulama Indonesia (MUI) dibubarkan karena ada pengurusnya diduga terlibat tindak pidana terorisme. 

Ma’ruf Amin yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI, mengibaratkan apabila ada penyusup atau tikus di suatu rumah, maka bukan rumahnya yang harus dibakar, melainkan tikus itu sendiri. 

"Jangan karena satu orang, ya namanya penyusupan dimana-mana. Jadi, bukan rumahnya yang dibakar, tapi tikusnya itulah (yang dimusnahkan)," kata Ma’ruf Amin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. 

Terkait penanggulangan terorisme, Ma’ruf Amin mengatakan MUI mendukung penuh upaya pemerintah dan aparat Polri untuk menindak tegas para pelaku tanpa mempertimbangkan latar belakangnya. 

"Dan MUI mendukung penindakan terhadap mereka yang terlibat terorisme, siapa pun dia, walaupun itu misalnya anggota Pengurus MUI. Kalau dia teroris, ya harus (ditindak)," ujar Wapres. 

Sebelumnya diberitakan, salah satu anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An Najah bersama dua mubalig lainnya, Farid Okban dan Anung Al Hamat, ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pada Selasa (16/11) di Bekasi, Jawa Barat. 

Ketiganya ditangkap dalam waktu dan tempat yang berdekatan, karena diduga terlibat dalam kepengurusan organisasi sayap di bawah Jamaah Islamiyah (JI). 

Hasil penyidikan Densus 88 Antitetor, Ahmad Zain An Najah merupakan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAM BM ABA) dan Farid Okbah adalah anggota Dewan Syariah LAM BM ABA. Sedangkan Anung Al Hamat ialah pendiri Perisai Nusantara Esa, yaitu organisasi sayap JI. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar