Translate

Warga Jayanti Minta Bangun 100 Rumah dan Desak Pelantikan Anthon Bukaleng Sebagai Ketua DPRD Mimika

Bagikan Bagikan
Foto bersama warga mile 23 usai penyerahan bantuan sembako dan menjaring aspirasi (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Tiga anggota DPRD Mimika yaitu Anthon Bukaleng, Aloisius Paerong dan Sasiel Abugau menggelar reses tahap II tahun 2021 untuk menjaring aspirasi konstituennya di Dapil V meliputi wilayah  kampung Amungme di 32, Kampung Jayanti Desa Mimika Gunung dan Kelurahan Karang Senang Distrik Kuala Kencana.

Pantauan Salam Papua, selain menjaring aspirasi, tiga anggota dewan periode 2019-2024 ini juga membagikan bantuan sembako serta menggelar bakar batu bersama masyarakat.

Pertemuan bersama warga Kampung Jayanti Desa Mimika Gunung Distrik Kuala Kencana dilaksanakan pada Jumat (19/11/2021).

Dalam pertemuan tersebut, seorang warga Jayanti yaitu Deteranus meminta agar DPR mendorong Pemkab Mimika untuk merealisasikan janji Bupati Eltinus Omaleng terkait pembangunan 100 unit rumah layak huni bagi warga Jayanti.

Menurut dia, janji pembangunan 100 unit rumah ini bukan hanya untuk warga Jayanti tapi juga bagi masyarakat yang berada di wilayah PT PAL.

“Hal ini pernah kami sampaikan kepada Bupati, dan Bupati pun telah menyatakan kesiapannya, tapi sampai saat ini belum dilaksanakan. Kami di sini merupakan masyarakat Amungme, Moni dan Mee. Mohon bapak-bapak Dewan dorong hal ini,” ungkap Deteranus.

Usulan pembangunan rumah juga disampaikan oleh perwakilan Mama-Mama. Salah satunya adalah Susana Abugau. Ia mengatakan bahwa rumahnya saat ini tidak layak huni lagi lantaran material bangunannya sudah lapuk.

Bukan hanya rumah layak huni yang dibutuhkan warga Jayanti, pembangunan jalan juga sangat diperlukan guna memperlancar akses keluar-masuk, baik jalan poros dari check poin Kuala Kencana maupun jalan penghubung antar kampung hingga ke wilayah Iwaka.

DPRD juga diminta ikut mengawasi dan medorong pemanfaatan dana otonomi khusus (Otsus). Dana Otsus merupakan dana yang khusus untuk warga Papua termasuk warga Jayanti di Timika, sehingga harus dipergunakan dengan baik agar dapat dirasakan masyarakat.

“Dana Otsus ke mana? Sampai sekarang belum ada nampaknya. Jadi tolong anggota DPRD harus memperhatikan hal ini. Kalau memang dana Otsus itu benar untuk masyarakat Papua, maka tolong dibangun mulai dari kampung,” kata Deteranus.

Foto bersama warga Jayanti usai reses dan hidangan bakar batu (Foto:SAPA/Acik)

Dalam momen ini juga, warga Jayanti diwakili Beny Jangkup mendesak percepatan pelantikan Anthon Bukaleng sebagai Ketua DPRD Mimika menggantikan Almarhum Roby Kamaniel Omaleng. Semua warga Jayanti sudah mengetahui bahwa Anthon Bukaleng yang ditunjuk dan layak menjadi Ketua DPR.

“Anthon Bukaleng satu-satunya anak Amungme yang kami percayakan menjadi Ketua DPR gantikan Alamarhum Roby. Mohon cepat dilantik dan jangan ditunda supaya bisa perhatikan kami masyarakat dan membangun kampungnya,” kata Beny.

Sedangkan perwakilan Tokoh Gereja, Rasul Abugau mengusulkan agar DPRD bersama Pemkab Mimika menganggarkan anggaran khusus renovasi gereja. Sebab saat ini ada beberapa gereja di wilayah Jayanti yang rusak parah.

“Tolong dorong khusus anggaran untuk renovasi gereja supaya jemaat bisa beribadah dengan aman dan nyaman. Bila perlu dibangun baru mulai dari fondasinya,” ujar Rasul.

Sebelumnya di tanggal 18 November 2021, Anthon Bukaleng dan Aloisius Paerong mendengarkan aspirasi warga kampung Amungme di mile 23. Warga mile 23 juga membutuhkan pembangunan jalan, sekolah dan fasilitas kesehatan.

Usulan yang sama juga disampaikan beberapa warga di Kelurahan Karang Senang, SP3.

Ketua RT 04, Zhainur Legimin mengusulkan pengadaan lahan khusus tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Menurut dia, sampah merupakan salah satu persoalan yang sangat penting untuk diatasi, sehingga perlu adanya TPS agar tidak lagi dibuang di sembarang tempat ataupun diletakan di pinggir jalan.

“Kita tahu sampah ini sangat berpengaruh pada kesehatan lingkungan. Kalau pembuangan sudah dipenuhi sampah, berarti kita kebanjiran. Kalau sampah di buang di sembarang tempat atau diletakan di pinggir jalan, akan menyebabkan polusi udara juga di lingkungan kita. Jadi mohon supaya di kelurahan ini ada TPS khusus,” tutur Zhainur.

Ia juga mengharapkan kelanjutan pengaspalan dan pembangunan drainase jalan tembusan hingga ke Kwamki Lama. Yang diusulkan Zhainur juga disampaikan oleh Ketua  RT 03, Mizan Effendi.

Babinsa Kampung Jayanti Distrik Kuala Kencana, Menase Wanenda mengeluhkan akses jalan umum ke Beoga Kencana. Menurut dia, selain sempit, kondisi jalan tersebut saat ini  juga sudah rusak parah, sehingga banyak terjadi kecelakaan hingga menyebabkan kematian.

“Jalan utama ke kampung Beoga Kencana itu sudah sangat parah, makanya sering sekali terjadi kecelakaan. Jalan itu mulai dari lampu merah Kuala, di depan mayon dan seterusnya sudah sangat parah. Jadi kami usulkan Bapak Dewan bisa koordinasikan dengan Pemkab Mimika supaya bagaimana caranya memperbaiki jalan itu.,” ungkap Manase.

Dalam kesempatan itu, Menase juga berterima kasih atas dibangunnya jalan masuk di lorong Solata Kelurahan Karang Senang. Ia pun berharap agar ke depan drainasenya juga dibangun.

Selain usulan-usulan tersebut di atas, di kelurahan Karang Senang juga banyak tokoh agama yang mengusulkan agar adanya perhatian dewan dan Pemerintah untuk membantu pembangunan tempat ibadah. Mulai dari persoalan akses jalan masuk hingga pembangunan fisik gereja.

Menanggapi aspirasi masyarakat itu, Anggota DPRD Anthon Bukaleng mengungkapkan bahwa semua usulan yang disampaikan warga saat reses tahap II ini sama juga dengan yang telah disampaikan pada reses tahap I. Menurutnya, yang disampaikan warga sangat penting, namun selaku anggota dewan, pihaknya hanya mencatat dan menampung serta akan diusulkan ke Pemkab Mimika sebagai pengguna anggaran.

Anthon mengatakan, rumah layak huni, jalan, sekolah, fasilitas kesehatan dan yang lainnya merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Namun masyarakat perlu tahu bahwa pembangunan harus dilakukan pertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran.

“Kita catat semua usulan yang disampaikan. Semua usulan itu penting, karena masyarakat yang tahu. Makanya saya mengajak masyarakat sama-sama berdoa supaya apa yang diusulkan bisa terealisasi demi kesejahteraan. Kami akan dorong semuanya agar pemerintah bisa melaksanakannya. Tapi masyarakat harus bersabar, karena kami ini hanya menampung aspirasi saja dan yang mengeksekusi itu adanya di Pemerintah,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Anggota DPRD Mimika Dapil V lainnya yaitu Sasiel Abugau dan Aloisius Paerong.

Aloisius Paerong mengatakan bahwa semua aspirasi yang disampaikan sangat penting dan akan dicatat untuk kemudian dibahas bersama dinas terkait. Namun yang perlu diketahui adalah bahwa tidak semua usulan akan terealisasi, akan tetapi tetap diprioritaskan untuk bagian-bagian yang penting. Contoh yang paling penting yaitu bagaimana anak-anak bisa sekolah dan seluruh masyarakat hidup sehat.

Aloisius menjelaskan, beberapa usulan yang telah disampaikan masyarakat saat reses tahap I, itupun telah disampaikan atau dibahas bersama Pemerintah, tapi dikarenakan adanya pandemi covid-19, maka banyak anggaran Pemda yang direfocusing.

“Kita sama-sama berdoa supaya ke depannya usulan-usulan khusus yang menjadi prioritas bisa terakomodir. Untuk bangun TPS di kelurahan Karang Senang itu sudah ada lahannya, berarti  tinggal menunggu pembebasan (lahan). Di SP 13 juga ada permintaan pembangunan Gereja, tapi dengan adanya pandemi covid-19 maka dananya direfocusing untuk penanganan covid-19,” kata Aloisius. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar