Translate

Bappeda Mimika Gelar Rapat Kooordinasi RAD Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Bagikan Bagikan

Caption Rapat Pleno Koordinasi penyempurnaan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). (foto-SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA)
- Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika menggelar Rapat Pleno Koordinasi penyempurnaan Rencana Aksi Daerah (RAD) tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) Sustainable Development Goals (SDGs) 

Rapat koordinasi  lintas pilar yang digelar di salah satu hotel di  Jalan Budi Utomo pada Rabu (8/12/2021) itu bertujuan untuk menyusun RAD TPB Kabupaten Mimika tahun 2020-2024 mengintegrasikan hasil rancangan setiap pokja menjadi sebuah draft RAD TPB Kabupaten Mimika. 

Rapat koordinasi tersebut sebagai tindak lanjut amanah yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), selanjutnya proses penyusunan Rencana Aksi Daerah dilakukan setelah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Kabupaten Mimika No. 205 tahun 2021 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Daerah Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) Kabupaten Mimika Tahun 2020-2024. 

Dalam sambutan pembukaan Rapat Pleno Koordinasi Lintas Pilar dan Tujuan dalam Penyusunan RAD TPB Mimika, Asisten I  Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari, S.Sos, M.M yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan dalam penyusunan RAD Mimika ini pentingnya koordinasi dan kerja sama antar pelaku pembangunan, seluruh pemangku kepentingan terkait, baik dari kalangan pemerintah maupun pelaku non pemerintah/non-state actors sehingga percepatan pencapaian TPB/SDGs dapat dilakukan secara inklusif dan partisipatif. 

"Tim Koordinasi Pencapaian TPB Mimika tidak hanya mengajak seluruh OPD Kabupaten Mimika, serta instansi Pemerintah Pusat dan Provinsi yang memiliki tugas dan fungsi di Kabupaten Mimika, tetapi juga mengajak serta perwakilan sektor swasta dan organisasi kemasyarakatan untuk ikut serta," kata Mantan Inspektorat Kabupaten Mimika itu. 

Disampaikan, peran pelaku non-pemerintah, baik dari sektor swasta, organisasi masyarakat sipil maupun keagamaan sangat diharapkan mengingat keterbatasan dari kapasitas maupun sumberdaya yang dimiliki pemerintah, sehingga pembangunan yang dilakukan dapat menjangkau seluruh masyarakat, tidak ada yang tertinggal. 

Menurutnya, RAD Kabupaten Mimika tahun 2020-2024 yang disepakati pada rapat penyempurnaan RAD (9/12) ini akan menjadi referensi pelaksanaan program-program kegiatan percepatan pencapaian TPB/SDGs di Kabupaten Mimika. 

“Harapan kami, apa yang sudah dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya, baik di Provinsi Papua maupun Indonesia Timur pada umumnya. Bagaimana menyusun RAD TPB secara inklusif, melibatkan semua sektor. Kami mengapresiasi peran sektor swasta, khususnya PT Freeport Indonesia yang telah berperan aktif terlibat dalam proses ini,” katanya. 

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Mimika, Ir. Yohana Paliling, M.Si, menjelaskan prioritas pencapaian TPB/SDGs Kabupaten Mimika Tahun 2020-2024 akan terfokus pada tujuan utama pembangunan yaitu membangun kesejahteraan masyarakat. 

Dijelaskan pula bagaimana interkoneksi atau keterhubungan antara masing-masing. 

Untuk menggapai tujuan tersebut perlu ada kerja sama antar OPD dan pemangku kepentingan lintas sektoral yang lebih erat, salah satu tujuannya adalah menurunkan angka kemiskinan. 

"Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencapaian TPB/SDGs Kabupaten Mimika Tahun 2020-2024, memiliki keterhubungan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya, misalnya dengan tujuan kedua yaitu tanpa kelaparan dan tujuan ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahtera," ujarnya. 

Tambahnya, tantangan ke depan setelah RAD terbentuk dan terlaksana adalah pengukuran atas pencapaian target yang tertuang dalam RAD. 

"Jika pengukuran capaian tersebut dapat dilakukan, maka kemajuan pembangunan yang dilaksanakan oleh banyak pihak di Kabupaten Mimika dapat diperlihatkan kepada semua pihak yang berkepentingan dengan dasar bukti yang dapat dipertanggungjawabkan (evidence based), baik di level kabupaten/kota, provinsi, nasional maupun global," katanya. 

Disamping itu Erna Witoelar, salah satu pendiri Partnership ID, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan pentingnya membangun kemitraan dalam pelaksanaan program-program kegiatan yang menjadi fokus dalam percepatan pencapaian TPB Mimika. 

“Kemitraan bisa dibangun pada pilar yang sama atau lintas pilar. Sinergi dalam kemitraan ini akan saling memberi manfaat dan bisa memperluas dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Mimika,” ujar Erna. 

Pada kesempatan tersebut, mantan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah pada Kabinet Persatuan Nasional ini memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia yang telah ikut berperan aktif terlibat dalam proses penyusunan RAD Mimika. 

 “Ini salah satu contoh bagaimana sektor swasta dapat berperan serta dan berkontribusi terhadap proses percepatan pencapaian TPB/SDGs di tingkat daerah sehingga bergaung di tingkat nasional. Kolaborasi sinergi seperti ini menjadi penting sehingga program-program yang dilakukan pihak swasta dapat sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan daerah, serta mempercepat pencapaiannya,” ujar Erna. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar