Translate

Minyak Obat Buah Merah Produksi Timika Dijual di Seluruh Indonesia

Bagikan Bagikan
Minyak buah merah Awiet (kiri) dan Direktur PT. Tarusan Sukses Abadi, Petrus Kinho saat membeli buah merah dari petani asli Papua untuk diolah menjadi minyak buah merah (kanan) (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Minyak ‘Awiet’ yang diproduksi di Timika dengan mengambil bahan baku buah merah dari petani-petani lokal di Timika dijual sampai ke seluruh Indonesia.

Usaha produksi minyak ini dilakukan sejak tahun 2019 PT. Tarusan Sukses Abadi milik orang asli Papua (OAP), Petrus Kinho, yang bahan bakunya diambil dari petani lokal di Mimika binaan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika.

“Buah merah tidak dipanen setiap saat, pakai musim berbuah dan musim panen. Siklus panen biasanya mulai Bulan Januari dan Bulan April setiap tahun. Pada periode itu rata-rata produksi perhari 20 liter,” terang Direktur PT. Tarusan Sukses Abadi, Petrus Kinho kepada Salam Papua di Timika, Minggu (5/12/2021).

Dia mengungkapkan, untuk pengemasan minyak buah merah, kemasannya dibeli di Dinas Tanahman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika. Setelah dikemas, dipasarkan di seluruh Indonesia melalui media sosial serta di beberapa marketplace.

Khusus untuk warga Timika, bisa juga datang langsung ke tempat pengelolaan buah merah di Jalan Cenderawasih, SP3.

“Dalam sebulan kami bisa menjual 200 botol ukuran 100 ml dan 50 botol ukuran 200 ml. Tanggal 9 sampai 16 Desember 2021 nanti kami ikut Expo Virtual yang disponsori Bank BRI untuk pasar eksport. Harapan kami pemasaran buah merah asli Mimika ini semakin luas,” tuturnya.

Dikatakan, menjadi alasan untuk Petrus menggeluti usaha minyak buah merah ini karena selain sebagai peluang usaha yang baik, juga agar sebagai OAP ikut berusaha membuat produk lokal agar kearifan Tanah Papua ini memiliki nilai tambah.

Produksinya ini pun sudah memiliki izin dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Proses produksi sama sekali tidak menggunakan bahan kimia dan bahan tambahan apapun sehingga khasiatnya tetap terjaga.

Diakuinya memang produk minyak buah merah Papua yg saat ini beredar di pasar Indonesia semuanya berbasis di luar Tanah Papua.

Pengusaha-pengusaha di luar Tanah Papua membeli minyak buah merah yang diolah secara manual atau tradisional oleh orang asli Papua di beberapa lokasi di Tanah Papua, kemudian dikemas, diurus izin edarnya dan memakai nama atau merek luar Tanah Papua.

Sementara minyak buah merah yang dia produksi adalah satu-satunya produk minyak buah merah Papua berbasis di Tanah Papua dan memiliki Ijin Edar dari BPOM RI. 

“Terkait izin edar dari BPOM ini masyarakat bisa langsung konfirmasi ke Kepala Loka POM Mimika Bapak Lukas Nugroho,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah bermitra dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika, tetapi bukan sebagai binaan dinas tersebut.

“Kami terlibat hubungan kerjasama untuk meningkatkan nilai tambah produk petani buah merah binaan dari dinas tersebut,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar