Translate

Pelempar Bom Molotov Dibekuk Polisi, Ternyata Berawal Janjian Kencan Melalui Michat

Bagikan Bagikan

Pelaku pelemparan bom Molotov (baju tahanan orange) (Foto-SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA)
– Penyidik Satreskrim Polres Mimika berhasil membekuk pelaku pelemparan bom molotov ke mobil Toyota Calya milik Joko Marianto warga Jalan Malcon, gang Anopheles, RT 09 Kelurahan Timika Indah, tepatnya di belakang Diana Mall sekitar pukul 21.00 WIT, tanggal 24 Nopember 2021. 

Pelaku berinisial MS alias Manumpan (35) yang diketahui sebagai karyawan lama di salah satu hotel ternama di Timika ini  dibekuk tanggal 8 Desember 2021 sekitar pukul 23.30 WIT di Jalan Belibis. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka  Eka Anwar mengatakan saat diinterogasi, pria yang berdomisili di Jalan C Heatubun ini melakukan aksinya lantaran tertipu oleh seorang perempuan yang berjanji kencan (hubungan badan) dengannya melalui aplikasi michat. 

Dimana, sebelum melakukan aksi nekatnya, tersangka menghubungi perempuan tersebut dan telah dua kali mengirimkan uang senilai  Rp 2.000.000 lebih kepada si perempuan. Namun, setelah uang ditransfer, perempuan tersebut tidak bisa dihubungi lagi dan tersangka pun merasa tertipu. 

Lantaran kesal karena ditipu, tersangka mencari perempuan tersebut ke Jalan Belibis, Budi Utomo dan wilayah Kota Timika. Kemudian, tersangka menuju ke kos pelangi di arah belakang mall Diana sesuai alamat yang dijelaskan perempuan tersebut di aplikasi michat.

Kos pelangi tersebut berdekatan dengan TKP tersangka melemparkan bom molotov. 

Di TKP, tersangka menunggu kepastian sekitar satu jam setengah dan tersangkapun tidak kunjung bertemu dengan perempuan dimaksud. Tersangka sempat menanyakan kepada orang-orang di kos pelangi terkait keberadaan perempuan di michat tersebut akan tetapi semua orang mengaku tidak mengenal dan nama tersebut tidak tinggal di kos pelangi. 

Dengan kondisi ini, tersangka kecewa dan kesal, sehingga kemudian pulang ke tempat tinggalnya di C Heatubun. Di tempat tinggalnya, tersangka mengambil toples kaca Nescafe, kemudian diisi dengan bensin, diberi sumbu dari plastik putih. 

Selanjutnya, tersangka kembali ke TKP atau kos pelangi di belakang  Mall Diana. Sampai di TKP, tersangka mengambil batu dan melempari mobil Toyota Calya berwarna putih yang terparkir. Tersangka berpikir bahwa mobil tersebut milik perempuan yang menipunya melalui michat. Lemparan batu tersebut mengenai kaca depan bagian atas. 

Iptu Bertu Haridyka  Eka Anwar saat menunjukan barang bukti yang diamankan dari tersangka (Foto-SAPA/Acik)
Tidak hanya dilempari batu, tersangka juga mengambil bom molotov rakitannya dan mencoba melempar ke arah mobil tersebut. Namun, saat itupun pemilik mobil berteriak karena melihat aksinya, sehingga bom molotov tersebut tidak mengenai mobil, tapi meledak di tanah kosong di depan mobil tersebut.

Selanjutnya, tersangka melarikan diri dari TKP. 

“Hasil interogasi dia mengakunya seperti itu. Barang bukti yang berhasil kita amankan yaitu satu unit motor Vixion dengan nomor polisi PA 4212 MP yang dikendarai tersangka saat melakukan aksinya. Ada juga HP realme yang mana masih ada isi percakapannya bersama perempuan di michat yang janji berhubungan badan dengannya itu. Ada juga barang yang dia kenakan saat beraksi yaitu  masker medis, jacket kulit, kaos kaki, sepatu dan helm hitam. Itu sesuai dengan yang terekam di cctv,” kata Iptu Bertu saat menyampaikan rilis kepada awak media di halaman kantor Polres Mimika, Jalan Cendrawasih, Jumat (10/12/2021). 

Saat penggeledahan di tempat tinggal tersangka, juga ditemukan satu buah jerigen ukuran lima liter yang masih ada sisa bensin yang dipakainya sebagai campuran molotov. 

Dengan demikian, dengan adanya keterangan korban dan saksi-sakai serta petunjuk dari cctv termasuk barang bukti yang didapatkan dari tersangka, maka disimpulkan bahwa Manumpan adalah tersangka tunggal dalam tindak pidana tersebut. 

“Atas perbuatannya, Manumpan tersangkut pasal 187 KUHP terkait perbuatan yang membahayakan keamanan umum bagi orang ataupun barang dan mencoba melakukan kejahatan pembakaran dengan ancaman 12 tahun penjara,” ujarnya. 

Berdasarkan hasil interogasi, juga menunjukkan bahwa perbuatan ini merupakan dampak kekesalan tersangka. Tersangkapun baru pertama berinisiatif merakit molotov guna melampiaskan kekesalan, akan tetapi salah sasaran. 

Sedangkan perempuan dalam aplikasi michat tersebut telah dicek, akan tetapi belum ditemukan dan kemungkinan berupa akun palsu tanpa nama pengguna. 

Pemilik mobil korban lemparan tersangka bernama Putri (Anak dari Joko Haryanto). Putri mengaku, tidak mempunyai masalah dengan siapapun termasuk keluarganya sendiri, sehingga mobil tersebut jadi sasaran. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar