Translate

Perdana, 9,8 Ton Udang Timika di Ekspor ke Jepang

Bagikan Bagikan

Pemkab Mimika bersama pihak terkait melepas secara resmi ekspor perdana udang Timika ke  Jepang di Pelabuhan Poumako Timika. (Foto-SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA)
- Untuk pertama kalinya udang Timika di ekspor ke Jepang melalui moda transportasi laut. 

Ekspor perdana

di Papua  ini mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bea Cukai, Karantina Perikanan. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Poumako turut mendukung ekspor perdana tahun 2021 sebagai pendorong industri perikanan di Kabupaten Mimika. 

Eskpor perdana udang Timika tersebut dilepas secara langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Hendrite Tandiono di Pelabuhan Poumako Timika pada Rabu (8/12/2021). 

Selaku pengekspor PT Bartuh Langgeng Abadi mengekspor udang yang diambil dari masyarakat lokal ke Jepang sebanyak 9,8 ton atau 9.800 kilogram. 

Direktur Utama PT Bartuh Langgeng Abadi, Sulaksono menjelaskan udang  yang diekspor  merupakan udang beku jenis tiger dan banana. 

"Udang yang di ekspor ini adalah hasil yang kita kumpulkan dari masyarakat lokal. Jumlah yang diekspor ini masih sangat kecil. Untuk mendapatkan target yang lebih besar agak susah karena peralatan yang digunakan masyarakat lokal masih terbilang minim. Sehinggauntuk mendapatkan hasil yang lebih banyak sangat tidak memungkinkan. Dalam sehari hasil yang kita kumpulkan dari masyarakat lokal hanya berkisar 1 ton, sedangkan kapasitas produksi kami dalam sehari sebesar 2,4 ton. Kita akan membantu masyarakat untuk bisa menghasilkan  tangkapan yang lebih banyak dengan menyediakan sarana dan prasarana tangkap yang lebih bagus," ujar pria yang akrab di sapa Nono tersebut. 

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Timika, Wahyu Mulyono dalam kesempatan itu  mengungkapkan bahwa Bea cukai Timika telah komitmen untuk menjalankan dan mendorong program pemberdayaan masyarakat yakni menjalankan ekspor non tambang. 

Wahyu menyebut selain dari sektor perikanan, Mimika memiliki banyak potensi unggulan yang bisa di ekspor hingga mancanegara. 

"Bea cukai bersama jajaran terkait telah mendorong hasil ekspor  melalui moda transportasi udara, dan hari ini prestasi yang membanggakan karena telah berhasil mendorong ekspor melalui moda transportasi laut dengan jumlah yang banyak," ujar Wahyu. 

Ia berharap dengan adanya ekspor terus menerus hasil laut dari Mimika dapat menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat lokal. 

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Hendrite Tandiono dalam sambutannya mengatakan ekspor perdana melalui transportasi laut merupakan langkah baik yang harus dikembangkan. Pemkab  Mimika sangat mendukung hal tersebut  untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 

"Semoga ini menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dalam tahun ini sudah dua kali dilakukan ekspor, sebelumnya telah dilakukan ekspor kepiting ke Malaysia," kata Hendrite. 

Pemkab Mimika mengapresiasi Dinas Perikanan yang terus bersinergi bersama pihak terkait dalam mengembangkan sektor perikanan. 

Sektor perikanan Mimika memiliki 3 komoditi unggulan  yakni ikan kakap putih, udang dan kepiting. 

"Masih banyak potensi dari sektor perikanan yang belum digali dan dimanfaatkan secara optimal, kita berharap Dinas Perikanan dapat mengembangkan itu untuk Mimika dan masyarakat yang lebih baik," katanya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar