Translate

Polsek Miru Amankan Ratusan Petasan dan Kembang Api, Agen Disegel

Bagikan Bagikan

Tumpukan paket petasan yang berada pada agen di Jalan Hasanuddin. (Foto-SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA)
– Polsek Mimika Baru (Miru) mengamankan ratusan petasan dan kembang api yang dijual tanpa izin di Jalan Bhayangkara, Kompleks Pasar Lama. 

Kanit Intelkam Polsek Miru, Ipda I Putu Dhyana,S.H. mengaku bahwa hingga saat ini Polres Mimika belum mengeluarkan izin penjualan, sehingga harus dirazia agar mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas yang diakibatkan oleh bunyi-bunyian ataupun ledakan petasan.

“Jadi karena belum ada izin, berarti penjual-penjual yang saat ini ada, boleh dikatakan ilegal. Sweeping ini akan terus dilakukan jelang Natal dan tahun baru supaya mengeliminir gangguan Kamtibmas akibat ledakan-ledakan petasan dan sebagainya,” ungkap Ipda I Putu, Selasa (7/12/2021). 

Pantauan Salam Papua, selain ratusan petasan dan kembang api dengan berbagai ukuran, juga diamankan empat pengecer. Empat pengecer ini telah diberikan pemahaman dan pengarahan bahwa tidak diperbolehkan menjual secara ilegal, akan tetapi harus ada izin dari Kepolisian. 

“Kalau mereka masih berani jual lagi, maka akan diproses hukum. Untuk izin penjualannya harus diproses sampai ke Polda,” katanya. 

Selanjutnya, dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Miru, Iptu Yusran, anggota Polsek melakukan sweeping ke agen petasan dan kembang api yaitu di toko penjualan stiker wallpaper dinding yang ada di Jalan Hasanuddin. 

Iptu Yusran langsung memberikan peringatan kepada agen. Menurut dia, mengingat penjualan petasan ini tanpa izin maka para pelaku bisa dikenai UU Darurat nomor 12 tahun 1951. 

Agen inipun langsung disegel dan dipasang police line agar tidak menjual kembali hingga ada izin. 

“Kita sudah berikan peringatan kepada pemilik, tapi tokonya tetap kami pasang police line supaya masyarakat tahu,” kata Iptu Yusran. 

Hery, selaku agen petasan menjelaskan bahwa saat ini sementara dalam proses pengajuan izin di Polda Papua. Namun, sebagian dari sekian banyak petasan dan kembang api yang ada di tokonya telah terjual di Timika. 

“Saya sementara di Jayapura urus izinnya. Kita sudah jual sebagian,” jelasnya. 

Sedangkan salah seorang  pengecer yang diamankan mengaku bahwa ia berani menjual berdasarkan izin dari agen. 

Menurut  agen, pengecer boleh saja menjual sambil menunggu surat izin dari Polda. 

Petasan yang saat ini dijual langsung diambil dari agen dan keuntungannya tidak banyak, tapi hanya berkisar Rp 20. 000 hingga Rp 25.000. 

“Dari agen sampaikan bahwa tidak apa-apa dijual sekarang sambil menunggu izin. Keuntungan tidak banyak, paling hanya Rp 25 ribu dari modal saja, sesuai jenis atau ukuran petasannya” ungkapnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar