Translate

20 Petugas Kebersihan Diberhentikan, Ini Penjelasan Kepala DLH Mimika

Bagikan Bagikan

Pertemuan antara Plt Kepala DLH Mimika, Syahrial dan sejumlah petugas kebersihan di halaman Kantor DLH Mimika. (Foto-SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA)
- Sebanyak 20 petugas kebersihan  diberhentikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika. 

Menurut 20 orang ini mereka diberhentikan secara tiba-tiba tanpa ada panggilan  dan surat peringatan (SP) sebelumnya. 

“Itu yang membuat saya dan teman-teman kecewa. Kami dipecat tanpa adanya SP satu, dua dan tiga. Tidak ada panggilan  tiba-tiba langsung dipecat, yang pecat juga Kepala Seksi Persampahan bukan kepala dinas,” ungkap salah seorang petugas kebersihan yang diberhentikan  namun enggan menyebutkan namanya kepada Salam Papua di Timika, Rabu (12/1/2022). 

Dia mengatakan kontrak kerja  20 orang ini dibuat saat Kepala DLH sebelumnya, Limi Mokodompit. 

Sementara kepala seksi yang melakukan pemecatan mengaku bahwa kontrak kerja tersebut sudah tidak berlaku. 

“Harusnya kalau kontrak kerja yang lama itu sudah tidak ada, lalu kontrak barunya dimana? Lagipula kalau memang kami mau dipecat harusnya didahului dengan teguran lisan selama tiga kali. Seperti itu butir-butir yang tertuang dalam kontrak kerja, namun hal itu tidak dilakukan kami langsung diberhentikan dengan penilaian sepihak,” jelasnya. 

Menurutnya, ia bersama rekan-rekannya lain yang diberhentikan merupakan petugas kebersihan yang sudah mengabdi sekitar 9 sampai 10 tahun. “Saat pertama kami bekerja itu kami masih bernaung dibawa Dinas Tata Kota,” ujarnya. 

Petugas kebersihan lain yang juga  diberhentikan  mengaku bahwa sesuai informasi yang mereka terima dari pengawas baik buruk dalam berprilaku, kedisiplinan, etika berbicara serta batasan usia   menjadi alasan pemberhentian. 

Seperti salah seorang petugas kebersihan yang usianya masih 52 tahun diubah menjadi 55 tahun sehingga diusulkan untuk diberhentikan. Padahal menurut dia ada petugas kebersihan yang usianya sudah mencapai  60 tahun tapi tidak diusulkan untuk diberhentikan. 

“Kalau sudah begini apa maksudnya? Kami semua rajin dan aktif menjalankan tugas kami. Kemudian yang menyampaikan alasan kami diberhentikan itu hanya satu orang pengawas, padahal di DLH ada enam orang pengawas,” katanya. 

Dikatakan  20 orang yang diberhentikan diantaranya 14 petugas pengangkut sampah dan enam orang sopir. Kontrak kerja terakhir ditandatangani Bulan Oktober tahun 2019,” ujarnya. 

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Mimika, Syahrial mengatakan, DLH saat ini melakukan evaluasi terhadap kinerja dari semua tenaga penanganan persampahan. 

Berdasarkan evaluasi itu sebagian yang kontraknya tidak diperpanjang adalah mereka yang usianya telah di atas 55 tahun  mengingat untuk penanganan sampah membutuhkan tenaga yang sehat dan bagus. 

“Usia 55 tahun itu usia yang artinya sudah tidak produktif lagi untuk pekerjaan fisik berat. Makanya diusulkan untuk kontrak kerjanya tidak diperpanjang,” kata Syahrial. 

Kemudian, lanjut dia berdasarkan evaluasi ada sebagian petugas kebersihan yang kinerjanya tidak disiplin. Dalam hal ini, karena honor mereka dari uang negara maka tidak mungkin uang negara dipakai membayar orang yang tidak disiplin. 

“Jadi yang tidak disiplin kerjanya tidak bagus terpaksa diberhentikan. Ini juga sebagai ‘shock therapy’ bagi yang lainnya supaya kerjanya bagus karena kita dibiayai dengan uang negara, artinya waktu kerja itu harus dipenuhi. Kalau dia sering tidak masuk kerja, lalu apa yang diharapkan?,” katanya. 

Menurut Syarial pemberhentian ini juga berkaitan dengan perilaku, dalam hal ini jika prilaku susah diatur maka bisa berpengaruh pada petugas yang lain. “Selalu melawan ketika ditegur oleh pengawas, bahkan memaki pengawas. Nah hal ini merupakan perilaku yang tidak bagus, sehingga menjadi salah satu pertimbangan kontrak kerjanya tidak diperpanjang,” ujarnya. 

Namun khusus yang prilakunya tidak baik itu masih diberikan kesempatan kedua untuk berubah, karena jika soal etika bicara dan yang lainnya masih bisa diubah yang terpenting disiplin dan etos kerjanya bagus. 

Lebih lanjut disampaikan bahwa dari 20 orang yang diberhentikan itu ada 8 orang yang usianya 55 tahun sehingga tidak bisa diperpanjang lagi kontrak kerjanya. Sementara petugas yang malas atau tidak dispilin diperkirakan sebanyak tujuh orang dan kontraknya tidak diperpanjang, karena tidak bisa memberi contoh dan teladan yang baik. Sedangkan lima orang  supir akan dievaluasi kembali kinerjanya. 

“Lima orang sopir ini cukup rajin, akan tetapi etikanya tidak baik. Kalau memang hasil evaluasi mereka bisa berubah maka bisa kembali bekerja. Namun kalau sudah kembali bekerja dan etikanya masih seperti itu maka langsung diberhentikan,” tegas Syahrial. 

Dia mengatakan pemberhentian ini terkesan tiba-tiba sehingga sebagai pimpinan ia telah bertanya kepada stafnya terkait SP kepada 20 orang petugas kebersihan tersebut, dan menurut pengakuan stafnya belum dikeluarkan SP. Sehingga khusus untuk lima sopir ini aka dilakukan evaluasi ulang. 

“Intinya kita evaluasi lagi dan tidak sewenang-wenang langsung putuskan. Namun, kalau soal umur dan kedisiplinan itu tidak ada toleransinya. Ada satu orang yang usianya 52 dan didata diubah menjadi 55 tahun itu karena kekeliruan saat memasukan data saja. Makanya yang bersangkutan kita kembalikan,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar