Translate

GPdI Wilayah Kuala Tembagapura Gelar Mukerwil dan Lantik Belasan Pendeta Pembantu

Bagikan Bagikan
Pdt. Abraham D. Manurung saat memimpin ibadah syukur dalam rangkaian Mukerwil GPdI wilayah Kuala Tembagapura Timika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) Kuala Tembagapura Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31/1/2022).

Anggota Majelis Daerah GPdI Papua, Pdt. Abraham D Manurung menjelaskan, Mukerwil ini dilaksanakan selama dua tahun sekali dalam menetapkan poin-poin yang nantinya dibawa ke Majelis Daerah untuk kemudian akan disampaikan pada Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) GPdI Papua di Serui dan pada Musyawarah Besar (Mubes) GPdI se-Indonesia yang akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Juli 2022.

“Kami laksanakan Mukerwil sejak pukul 09.00 WIT dan saat sore harinya dilanjutkan dengan ibadah syukur atas diselenggarakannya Mukerwil ini. Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar,” ungkap Pdt. Abraham kepada Salam Papua usai ibadah di GPdI Jemaat Maranatha di belakang Kompleks Perumahan Pemda, jalan Cendrawasih Timika sekira pukul 20.45 WIT, Senin (31/1/2022).

Dalam Ibadah syukuran tersebut juga dilaksanakan pelantikan terhadap kurang lebih 18 Pendeta Pembantu (Pdp.). Dirinya mengimbau bagi semua Pendeta Pembantu yang dilantik ini untuk benar-benar memikul tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan.

Disampaikan bahwa tanggungjawab itu merupakan kepercayaan yang diberikan khusus untuk melayani jemaatnya. Karena itu, dimanapun diutus, semuanya bisa menjalankan tugas dengan penuh damai dan sukacita yang datang dari Tuhan.

Sebab, Tuhan Yesus mau dari mereka yang telah mengambil janji adalah agar menyampaikan Injil kebenaran itu. Seperti yang tertulis dalam Injil Matius 28:19 yaitu “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku, dan baptislah mereka dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu dalam Nama Tuhan Yesus Kristus.”

“Terima kasih buat Tuhan dan semua jemaat yang mengambil bagian dalam kegiatan ini. Ini sangat luar biasa dan pastinya Tuhan akan selalu memberkati semuanya,” ujarnya.

Pengucapan sumpah janji pelantikan 18 Pendeta Pembantu
GPdI wilayah Kuala Tembagapura (Foto:SAPA/Acik)

Sementara itu, Ketua Majelis Wilayah Kuala Tembagapura, Pdt. Anton Sadim mengatakan bahwa Mukerwil ini merupakan program rutin dari majelis GPdI Papua sesuai Anggaran Dasar dan Peraturan Rumah Tangganya. Mukerwil dapat dilakukan sekali dalam dua tahun, tergantung kebutuhan.

Pada acara Mukerwil ini ada beberapa poin yang dibahas dan salah satunya adalah pelantikan para Pendeta Pembantu oleh pengurus wilayah. Poin lainnya adalah mempersiapkan Pendeta-Pendeta Muda (Pdm.) dan Pendeta (Pdt.) yang diusulkan saat Musda di Serui serta Mubes di Jakarta.

“Sebenarnya Mukerwil ini dilakukan di tahun 2021, tapi karena pandemi covid-19, akhirnya baru dilaksanakan di awal tahun 2022. Ini sekaligus persiapan pelaksanaan Musda di Serui nantinya,” kata Pdt. Anton.

Pantauan Salam Papua, Mukerwil dan ibadah syukur serta pelantikan para Pendeta Pembantu ini mengangkat tema “Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” seperti yang tertulis dalam Kitab Filipi 4:8. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar