Translate

Harga Minyak Tanah di Timika Masih Jauh Dari Harga Normal, Disperindag Diminta Terus Lakukan Sidak

Bagikan Bagikan
Drs. Leonardus Kocu (Foto: SAPA/Acik) 

SAPA (TIMIKA) – Fraksi Mimika Bangkit DPRD Mimika minta agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika terus melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk memantau harga minyak tanah.

Ketua Fraksi Mimika Bangkit, Drs.Leonardus Kocu mengatakan, sampai saat ini masih banyak keluhan masyarakat terkait kenaikan harga minyak tanah yang jauh dari harga normal.

Jika dulu harga minyak tanah untuk satu liter hanya Rp 5000, tapi kenapa saat ini bisa menjadi Rp 25.000? Demikian juga untuk yang takaran 5 liter seharga Rp 25.000 atau Rp 30.000, tapi kenapa saat ini sampai Rp 60.000?

“Ini kenaikan harganya sangat luar biasa. Hal ini tidak boleh terus dibiarkan. Jadi harapan kita adalah Pemkab melalui Diaperindag harus terus melakukan pantauan pasar agar menilai harga semua kebutuhan pokok dan salah satunya minyak tanah. Minyak tanah ini satu kebutuhan pokok, jangan sampai makin menekan masyarakat yang saat ini masih dalam kondisi pengaruh pandemi covid-19,” kata Leo, Senin (18/1/2022).

Disampaikan juga, Pemerintah harus peka dan terus melakukan pemantauan secara rutin setiap bulannya.

“Jangan sampai harga kebutuhan pokok itu terus menekan masyarakat. Kasihan masyarakat yang penghasilannya pas-pasan,” ujarnya.

Menurutnya, kelangkaan dan kenaikan harga minyak tanah ini terjadi sejak lama yaitu sebelum perayaan Natal tahun 2022.

Adapun minyak tanah yang ditimbun warga telah disita tim termasuk pihak kepolisian. Hal ini tentunya merupakan langkah yang bagus tetapi harus dituntaskan untuk persoalan siapa pelaku penimbun dan apa alasan kenaikan harga tersebut.

Sebagai pelaku bisnis tentunya mencari keuntungan, akan tetapi keuntungannya harus yang wajar tanpa harus merugikan masyarakat.

“Untuk oknum-oknum yang kemarin timbun minyak tanah itu perlu diberikan tindakan tegas supaya bisa memberikan pendidikan hukum kepada masyarakat supaya masyarakat lainnya tidak melakukan praktik bisnis kotor seperti itu yang tentunya sangat merugikan masyarakat. Semoga secepatnya ada perbaikan harga,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar