Translate

Hasil Visum, Tidak Ada Tanda Kekerasan Ditubuh Mayat Ignas Moporiyau

Bagikan Bagikan

Aparat kepolisian membubarkan aski bakar ban yang dilakukan keluarga Ignas Moporiyau di perempatan SP1-SP4, Timika, Papua, Rabu (26/1/2022). (Foto-SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA)
- Berdasarkan hasil visum yang dilakukan di RSUD Mimika, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat Ignas Moporiyau yang ditemukan  tergeletak dalam galian kabel optik di Kilometer 6, Jalan Poros Mapurujaya, Timika, Papua, Rabu (26/1/2022). 

Humas RSUD Mimika, Luky Mahakena menyampaikan hasil visum telah dilihat langsung oleh pihak keluarga dan tidak ditemukan adanya bekas pukulan benda tumpul dan lain-lainnya di tubuh jenazah.

Hasil visum tertulis telah diserahkan ke pihak Penyidik Polres Mimika, dengan demikian penyebab kematian Ignas kemungkinan lantaran sakit.

“Visum sudah dilakukan dan hasil tertulis sudah kami serahkan ke pihak Penyidik Polres Mimika. Hasil visum  juga sudah dilihat oleh keluarganya dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya. Semuanya dalam kondisi baik,” kata Luky saat dihubungi via telepon seluler, Kamis (27/1/2022).

Dikatakan untuk jenazah memang dalam kondisi membengkak, akan tetapi hal tersebut sangat wajar karena baru ditemukan setalah tiga hari menghilang. Apalagi sempat terkena hujan, udara panas dan yang lainnya.

“Usai divisum jenazah langsung diserahkan ke rumah duka pada Rabu (26/1/2021),  sekira Pukul 15.30 WIT,” ujar Luky.

Sebelumya, temuan mayat Ignas Moporiyau sempat menggegerkan warga yang melintas dari arah Timika ke Mapurujaya dan sebaliknya.

Mayat  ditemukan oleh salah seorang petugas pembabat rumput.

Saat petugas itu belum sempat membabat rumput, ia mencium bau busuk dan melihat kerumunan lalat pada sumber bau tersebut.

Penasaran dengan hal itu iapun mendekati sumber bau dan menemukan mayat yang tergeletak  dalam galian kabel optik di pinggir jalan.

“Saya belum mulai babat dan cium aroma busuk, di situ juga banyak sekali lalat makanya saya lihat ternyata mayat. Saya langsung informasikan ke teman-teman dan akhirnya banyak warga yang datang lihat,” ungkap petugas pembabat rumput yang tidak ingin namanya disebutkan.

Informasi temuan mayat juga diketahui keluarga korban. Agus, keluarga korban langsung ke TKP dan ternyata mayat tersebut adalah Ignas Moporiyau, keluarganya.

“Saya ini Kakak sepupunya. Almarhum sudah menghilang kurang lebih tiga hari. Almarhum tinggal di jalur 3, SP1,” kata Agus.

Setelah mendapat laporan penemuan mayat, pihak kepolisian langsung lakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Mimika.

Tidak terima dengan kondisi Ignas Moporiyau yang ditemukan dalam keadaan sudah meninggal,  pihak keluarga sempat melakukan aksi palang jalan dan membakar ban bekas di perempatan SP1.

Aksi ini dilakukan lantaran menduga bahwa Ignas Moporiyau meninggal dunia akibat dianiaya.

Aksi palang jalan oleh pihak keluarga akhirnya dibubar paksa aparat kepolisian. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar